Senin, 30 Maret 2015

KHILAFAH YANG BIJAK SANA DAN PENGASIH (TAULADAN SAHABAT NABI)





اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum wr wb, Saudaraku kaum muslim yang di muliakan Allah
Pada saat itu kaum muslim sedang sibuk membangun kota madina agar menjadi kota yang ramai. Kemudian tersebar berita bahwa kaum musrikin Quraisy akan menyerang mereka, maka segerahlah rasulullah memerintahkan agar seluruh kaum muslim bersiap-siap untuk berperang. Seluruh sahabat rasulullah pun ikut serta dalam peperangan untuk mendampingi rasulullah. Namun Utsman bin Affan tidak dapat ikut karena istrinya sakit.
Dan saat itu juga utsman mengatakan kepada abu bakar bahwa istrinya sedang sakit, abu bakar berkata kepada utsman bahwa utsman tidak perlu berangkat, karena rasulullah akan mengutusnya untuk menjadi penggatibeliau menjalankan pemerintahan selama beliau meninggalkan kota madina. Dan meski utsman menyesal tidak dapat berangkat ke medaan perang abu bakan menjelaskan bahwasannya tugas yang diberikan rasulullah kepada utsman itu sama beratnya dengan di medan perang. Dengan tegasnya utsman bersedia melaksanakan tugas rasulullah yang di amanatkan kepadanya. 
Pasukkan islam pulang dengan penuh kegembiraan, karena meraka mampu mematahkan serangan kepada bangsa yang selama ini memusuhi kita. Sementara utsman bin Affan menjalankan pemerintahan di madinah menggantikan rasulullah. Setelah itu utsman kembali kerumah menunggui  istrinya. Utsman mendapat berita bahwasannya rasulullah telah datang dan utsman pun menyambut kedatangan rasulullah dengan penuh hormat. Rasulullah menyakan keadaan istrinya dan utsman menyahutnya bila keadaan sang istri tampak bertambah parah. Dan akhirnya penyakit yang diderita ruqoiyah semakin parah hingga pada suatu hari ia menghadap kehadiran Allah swt.
Setelah sepeninggalan sang istrin utsman kurang bersemangat dalam melakukan apapun. Kemudian rasulullah berniat untuk mengawinkan dengan putrinya yang lain. Setelah utsman bin Affan memberikan pernyataannya kepada Rasulullah, lalu beliau segera mengawinkannya dengan Ummi Kultsum adiknya Ruqoyah yang wafat. Karena utsman bin Affan mengawini kedua putrid Rasulullah kemudian ia dikenal dengan julukan “Dzun Nuroin”yang berarti pemilik dua cahaya.(arief rizal, 2011, hal. 39).
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٠)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”mereka berkata,”apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” dia berfirman,”sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).
Utsman ini adalah khilafah ketiga setelah abu bakar bin khattab yaitu salah satu anggota Bani Umayah dan keislamannya merupakan hal yang aneh dalam keluarganya yang kebanyakan adalah orang-orang anti-islam. Dia memiliki pengaruh besar di masa umar, dan didalam situasi ynag sangat tergoncang itu ia menjadi wakil dari bani umayah dan imam Ali as dari bani hasim. Ibnu qutaibah juga mengatakan bahwa utsman disukai kaum Qurais sehingga disebutkan, “demi tuhan yang Maha kasih, aku mencintai kamu sebagaimana Quraisy mencitai utsman.” Ketika sumpah setia kepada utsman berakhir di hari terakhir Zulhijah 23 H, dia duduk di mimbar Rasulullah Saw. Khalifah utsman ini berbeda dengan para kholifa yang lain. Kholifa utsman ini duduk diaman nabi biasa duduk yakni utsman selalu berada dimana rasulullah berpergian, hanya saja pada saat sang istri sedang sakit dan utsman di utus rasulullah untuk menjalankan pemerintahnya dikota madinah pada saat di tinggal rasulullah perang melawan bangsa yang selama itu memusuhi rasulullah.
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ (٦١)
61. “Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Hud [11]: 61)
Utsman pun tidak perna menjadi khalifah yang lemah alih-alih terhadap rumor-rumor yang beredar selamah pemerintahan yang di jalaninya. Dengan penuh semangat tsman menangani berbagai urusan dari ketidak beresan pada saat itu. (rasul ja’fariyan, 2001, hal. 192).
Dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwasannya Sebutan dzun nuroin kepada utsman bin affan ini sangat pantas untuk di dapatkannya karena kehidupan utsman telah diwarnai dengan dua cahaya, yakni cahaya dunia dan cahaya akhirat. Cahaya iman dan cahaya amalannya. Memang dia termasuk orang yang paling banyak menguasai dunia akan tetapi di sish lain dia juga yang paling banya mengorbankan hartanya untuk kepentingan agama. Utsman merupakan orang yang pengasih dan tenggang rasa terhadap sesama mahluk Allah.
Tujuan utama dari sebuah pemerintahan yakni pertama, berbagi kemenangan dengan yang lainnya yang lebih penting itu mempelajari pemberontakan kepada pemerintahannya, yang memiliki sebuah pengaruh yang sangatlah besar didalam dunia islam dan kebanyakan konflik yang muncul di belakang dunia islam muncul dari pendekatan umat islam terhadap utsman dan lawan-lawannya. Oleh karena itu semoga kita menjadi orang yang cinta terhadap kekayaan akhirat dibandingkan kekayaan duniawi yang bisa menjerumuskan pada kesenangan semata.
Akhirul kalam, Tsummasalamu’allaikum. Wr. Wb

KUBUKA PINTU SURGA HANYA UNTUKMU (MAULID NABI)





اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum. Wr. Wb.

Rasulullah shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bersabda: “aku akan menolongnya.” Maka beliau shalalllahu “Alaihi wa Sallam. Mengenakan perhiasan dan busana. Beliau juga meletakkan mahkota di atas kepala. Para penduduk surge mengikuti beliau. Akhirnya nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai di puntu surga dan. beliau memohor agar pintu surga tersebut dibuka. Lantas di katakana kepadanya: “siapakah ini?” beliau bersabda: “(ini) aku ahmad.” Akhirnya pintu surga dan dibukakan untuk beliau. (setelah pintu tersebut terbuka), ternyata dibalik tenda ada satu malaikat yang memancarkan cahaya. Aku merasa takut dengan apa yang aku saksikan. Namun malaikat itu menenangkan dan menghiburku. Dia berkata “Wahai Ahmad, kamu adalah hamba dan aku juga hamba sepertimu.”
Kemudian aku terus berlalu sehingga akhirnya sampai tenda kedua. Aku kembali meminta agar dibukakan. Lantas ada yang berkata: “siapakah ini?” aku menjawab: “aku Ahmad.” Tenda itu dibuka dan dibaliknya ada satu malaikat yang sangat besar. Ukurannya benar-benar sangat besar dan kilauan cahayanya semakin kuat dari malaikat pertama yang sempat membuatku merasa takut ketika melihat ukuran besarnya. Malaikat itu menghiburku dan bersikap ramah sambil berkata:”wahai ahmad, kamu adalah hamba dan aku juga hamba sepertimu.”
Aku terus saja berjalan dan menjumpai malaikat-malaikat yang besar ukurannya dan cahaya yang satu lebih kuat dari yang berikutnya. Sampai akhirnya aku sampai di tenda ketujuh. Aku kembali minta agar dibukakan. Maka dikatakan kepadaku:”siapa ini?” aku menjawab:”aaku ahmad.” Tenda itu di bukakan untukku. Ternyata dibalik tenda itu ada jibril’alaihis shalatu was salaam. Dia berkata:”selamat datang suara (anda) yang sudah lama aku rindukan.”
Aku meneruskan langkahku sampai tiba di tabir. Ketika tabir itu disingkap, ternyata aku menyaksikan tuhan pencipta semesta alam. Begitu besar keagungan Allah ta’alah. Ketika menyaksikan-Nya aku langsung merunduk untuk sujud. Sehingga para malaikat karubiyyun dan ruhaniyyun serta para pemilik tanda tadi berkata.” Orang ini (nabi Muhammad) memang berhak mendapatkan kekuasaan dari Allah untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang akan menerimanya”. Untuk kesakhian isi pesan kithoba ini dibenarkan mengutip Al-Qur’an:
وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ
“tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” (QS. Al-A’raa [7]f: 49)(ibnu al jauzi, 2002, hal. 115)
  اتى باَ بَ الجَنَّةِ يَومَ القِياَ مَةِ فَأَ ستَفتِحُ فَيَقُولُ ؛ الخَازِنُ مَن اَنتَ ؟ فَأَقُولَ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ اُمِرتُ اَن لَااَفتَحَ لِاحَدٍ قَبلَكَ.
“aku nanti akan datang kesebuah pintu surga pada hari kiamat mohon agar pintu itu dibuka; maka akan berkatalah seorang penjaga: “siapa kau?”. Aku menjawab: “Muhammad”. Penjaga itu akan berkata: “Demi engkau, aku diperintah agar aku tidak membukanya untuk siapapun sebelum engkau”.(ibnu hamzah, 2003, hal. 1)
Kesimpulannya bahwa kelak pintu surga akan dibukakan oleh penjaga pintu surga hanya dan dia tidak akan membukakan pintu surga kepada siapapun sebelum Nabi Muhammad saw karena penjaga pintu surga tersebut mendapat perintah dari Allah. Jika pintu surga boleh dibuka kepada Nabi Muhammad saw dan setelahnya.


GERAKAN SHOLAT, TERAPI GERAKAN TUBUH (ISRA’ MI’RAJ)



 اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu merupakan mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (al-Ankabut [29]: 45) (H sulaiman rasjid, 1994, hal. 53)
Assalamu’allaikum. Wr. Wb. Hadirin hadirat, yang dirahmati Allah.
Shalat merupakan tiang agama, penyegar para ‘arifin, hiasan para shiddiqin dan mahkota para muqorrabin. Bahkam maqam sholat merupakan maqam wasilah, menghampiri, merasakan kehebatan, khusuk hingga membuka rahasia munajad bersama Allah SWT, berdiri diantara kedua tangan-Nya dan berpaling dari selain-Nya. (sulaiman al-kumayi, 2007, hal. 74 )
Didalam kitab ini shalat-shalat wajib seperti sholat lima waktu, sholat idul fitri, dan lainnya, sholat nafilah yakni merupakan sholat sunnah harian guna untuk menyempurnakan syarat-syarat, persiapan, pencegahan, keterlambatan di dalam berlangsungnya sholat wajib itu. (murtadha muthahhari, 1993, hal. 194).
اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِيمَا اَ يمَا نُكُم, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الضَّعِيفَينِ: ا لمَر أَةِ الاَ ر مَلَةِ وَ الصَّبِىِّ اليَتِيمِ
“takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal hamba sahaya yang kalian miliki. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal dua manusia yang lemah.” (H. R. AL-aihaqi ) (ibnu hamzah, 2008, hal: 33)
Seperti jika kita sedang berpergian jauh hingga menempuh jarak dari 80kl maka kita bisa menggabungkan sholat itu menjadi satu disebut dengan (qadha’). Karena islam itu mudah dan Allah tidak mempersulit kepada hambanya yang ingin bertaubat didalam jalan kebenaran-Nya.
Postur, gerakan, dan bacaan selama melaksanakan sholat ini banyak memiliki banyak kandungan makna-makna yang sangat penting dan bermanfaat bagi penyembuhan pada kesehatan. Shalat ini dilakukan dengan delapan posisi tubuh yang berbeda dan di setiap posisi juga membaca ayat Al-Qur’an. Postur-postur ini ternyata mempunyai pengaruh kuat terhadap sistem kerja syaraf dan organ-organ tubuh manusia.
Pertama, niat dan mengangkat tangan dengan ucapan Allahu akbar maka disini di tanamkanlah kesadaran diri bahwa kita adalah hamba Allah yang paling kecil dan hina didepan-Nya. Hilangkan kecongkakan dan kesombongan yang dapat membuat kita terpuruk didalam pandangan Allah. Dengan sifat manusia yang seperti itu dan tak pantas disejajarka dengan sifat yang dimiliki Allah SWT. Sebuah hadist qudsi Allah Swt berfirman: “keagungan merupakan selendang-Ku dan kebesaran merupakan kain-Ku. Barang siapa menyayangi-Ku pada salah satu diantara keduanya, niscaya dia akan kucampakkan ke dalam mereka.” (H. R. Ibn Majah melalui Ibn Abbas) pada postur ini merupakan simbolisasi kesiapan dan kepasrahan seorang hamba kepada tuhannya. Manfaat dalam kesehatan untuk melancarkan peredaran darah, jika darah kita lancer maka tubuh kita akan sehat.
Kedua, qiyam (berdiri) ini merupakan symbol kepasraan total kepada Allah sepenuhnya. Maka pada saat qiyam seperti inilah penyebaran seluruh sifat Allah yang agung dalam derajat yang terkendali terpacu secara sempurna diseluruh tubuh, pikiran dan jiwa. Getaran suara vocal panjang akan mempengaruhi terhadap hati, paru-paru, kelenjar pineal serta akan membersihkan dan meningkatkan fungsi seluruh bagian tubuh itu.
Ketiga, rukuk  ini sangat bermanfaat bagi para ibu hamil, jika pada saat hamil sang bayi memiliki kelainan dan bisa membahayakan bayinya maka disarankan kepada ibu hamil untuk sering-sering melaksanakan sholat dan khusuk.
Keempat, iktidal pada posisi seperti ini Allah memberikan cinta dan kasih sayang-Nya dipenuhi, sehingga dia berkenan memberikan anugerah-Nya itu dengan menegakkan kita kembali, meskipun hanya sesaat.
Hadirin hadirot, yang dirahmati Allah
Kelima, sujud yakni symbol kehinaan dan kerendahan di hadapan Allah dan juga derajat kehambaannya semakin tinggi. Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ (٤٨)وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (٤٩)
“48. dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam Keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?49. dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” Q.S. al-Nahl [16]:48-49)
Sikap sujud ini merupakan bermanfaat sekali bagi otak karena merupakan salah satu anggota badan yang terpenting karena sekejab saja otak tidak teraliri darah maka berakhirlah kehidupan seseorang.
Keenam, keposisi sujud diantara dua sujud pada saat posisi ini seorang pendiri shalat membaca doa yang sekaligus merupakan tujuh permintaannya kepada Allah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “ya tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihlah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, bimbinglah aku, berilah kesehatan kepadaku, dan beri ampunan kepadaku.” Doa yang diajarkan Nabi SAW diatas menegaskan bahwa tujuh pemohonan tersebut merupakan bagian yang sangat penting bagi seorang muslim. Manfaatnya pada laki-laki posisi seperti ini dapat mengeluarkan zat racun dan liver dan memacu gerak peristaltic pada usus besar, jika pada perempuan membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut kea rah bawah.
Ketuju, iftirasy (duduk tahiat pertama) dan tawarruk (duduk tahiat terakhir) pijatan pada saat posisi seperti ini dapat menghindarkan suatu penyakit saraf sekitar pangkal paha. Sehingga peredaran aliran darahnya lancer.
Kedelapan, yakni salam, pada postur ini merupakan gerakan terakhir dalam melakukan ritual shalat dan mengandung sebuah pesan moral dan spiritual luar biasa. Sikap salam sangat bermanfaat bagi kesehatan otot. Karena dengan memalingkan muka kekanan dan kekiri akan membantu menguatkan otot-otot leher dan kuduk serta dapat menyembuhkan gangguan pada leher dan kepala antara lain penyakit kepala karena dengan berkontraksinya otot-otot kepala siklus dan peredaran darah menjadi lebih baik. (sulaiman al-kumayi, 2007, hal. 74 )
اَ للّهُ الطَّبِيبُ
“allah itu thabib (dokter).” HR. abu daud dan An Nasai dan Abu Ramtsan r. a.(ibnu hamzah, 2008, Hal: 285)
Allah adalah “yang mengobat (yang member pengobatan). Dia-lah pada hakekatnya yang menyembuhkan penyakit. Yang sungguh-sungguh sanggup menyehatkan atau menyembuhkan seseorang dari sakit hanyalah Allah semata. Allah menciptakan penyakit dan sekaligus obat untuk menyembuhkannya. Dia ajarkan kepada manusia pengetahuan bagaimana mengobat penyakit. Sebab doter yang sesungguhnya, yang menyembuhkan penyakit adalah Allah semata.
Delapan posisi sholat itu semuanya memiliki manfaat dan terapi kesehatan itu sendiri. Hanya bagaimana kita dapat sholat dengan posisi yang benar supaya manfaat dalam terapi kesehatan dapat terobati. Jika posisi sholatan hanya asal-asalan maka terapi kesehatannya pun tidak ngefek sama sekali. Oleh sebab itu rajin-rajinlah melaksanakan sholat dan khusuk, agar tubuh kita tetep sehat dan juga lebih dekat kepada Allah SWT.
Tsummasalamu’allaikum. Wr. Wb.

INDAHNYA BERSILATURRAHMI (TASYAKURAN RUMA BARU)



اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum. Wr. Wb. Hamdan wa syukkrulillah.
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Marilah kita sebagai tetangga yang baik dan mengayomi dan memiliki ciri khas mencintai tetangga karena Allah dan membenci karena Allah. Jika kita ingin malaikat rahmat berkenan masuk ke dalam rumahmu, maka jalinlah hubungan terhadap orang yang memutuskannya, karena rasulullah menjadi sosok yang menjaga hubungan keluarga. Maksudnya bukan kebaikan di balas dengan kebaikan, akan tetapi beliau berbuat ma’ruf di dalam keluarganya maupun di luar keluarganya. (abu huzaifah, 2001, hal: 39)
Hadirin hadirat yang di muliakan oleh Allah
Dalam Al-Qur’an dijumpai beberapa kata yang mengarah pada “keluarga”. Ahlul bait disebut keluarga rumah tangga Rasulullah SAW
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِين الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(Q. S. al-Ahzab [33]: 33)

[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[1216] Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217] Ahlul bait di sini, Yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.
wilayah kecil adalah ahlul bait dan wilayah meluas bisa dilihat dalam alur pembagian harta waris. Keluarga perlu di jaga (at-tahrim [66]: 6), keluarga adalah potensi menciptakan cinta dan kasih sayang. Menurut Abu Zahra bahwa institusi keluarga mencakup suami, istri, anak-anak dari keturunan mereka, kakek, nenek, saudara-saudara kandung dan anak-anak mereka, dan mencakup pula saudara kakek, nenek, paman dan bibi serta anak mereka (sepupu). Keluarga merupakan lambing kehormatan. (mufidah ch, 2013, hal: 35)
            rasulullah telah mengajarkan kepada kita bahwasannya berhubungan baik dengan tetangga itu sangat di perlukan supaya untuk memperelat tali silaturrahmi sesam masyarakat. Dengan diantara bentuk menjaga hubungan baik dengan tetangga yakni mengingatkannya ketika lalai menjalankan perinta Allah dan mengajaknya untuk taat kepada-Nya. (ibnu jauzy, 2001, hal: 90).
            Untuk memperkuat khitoba ini saya ambil sebuah hadist yang menjelaskan mempererat dan memutuskan silaturrahim:
“man achabba aiyubsatho lahuu fii rizqhii, wa aiyunsa-a lahuu atsarishil rochimahuu (barang siapa yang ingin murah rezekinya dan ingin panjang umurnya, maka hendaklah mempererat hubungan silaturrachim)” (H. R. Bukhori)
“itsnaani laa yandzurulloohu ilaihimaa yaumal qiamat: qoothi ‘urrochimi wa jaarus su-I (dua orang tidak dipandang Allah pada hari kiamat, 1. Orang yang memutuskan tali silaturrahmi, 2. Tetangga yang buruk budi).” (H. R. Ad Dallami) (abdullah asy’ariba,2003, hal: 22-23)
Oleh karena itu maka perbanyaklah bersilaturrahmi kepada sesame mahluk Allah, karena allah akan member murah rizki dan umur panjang. Dan jika sebaliknya Allah akan membencinya sampai hari kiamat. Maka oleh sebab itu jadilah orang yang menjadikan amal ma’ruf sebagai prinsip dan syiar, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah kepada kita. Janganlah engkau halangi barakah yang akan menghampiri dirimu, dengan masuknya para malaikat rahmat ke dalam rumahmu, doa para yang dipanjatkan bagimu dan kebersamaannya di sisimu.
Sedikit pesan penting yang saya sampaikan, akhirul kalam. Tsumsalamu’allaikum. Wr. Wb.