اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ
المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ
المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ
وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ,
اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا
لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ
اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
وَأَقِمِ الصَّلاةَ
إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ
أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu
merupakan mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (al-Ankabut [29]: 45) (H
sulaiman rasjid, 1994, hal. 53)
Assalamu’allaikum.
Wr. Wb. Hadirin hadirat, yang dirahmati Allah.
Shalat
merupakan tiang agama, penyegar para ‘arifin, hiasan para shiddiqin dan mahkota
para muqorrabin. Bahkam maqam sholat merupakan maqam wasilah, menghampiri,
merasakan kehebatan, khusuk hingga membuka rahasia munajad bersama Allah SWT,
berdiri diantara kedua tangan-Nya dan berpaling dari selain-Nya. (sulaiman al-kumayi, 2007, hal. 74 )
Didalam
kitab ini shalat-shalat wajib seperti sholat lima waktu, sholat idul fitri, dan
lainnya, sholat nafilah yakni merupakan sholat sunnah harian guna untuk
menyempurnakan syarat-syarat, persiapan, pencegahan, keterlambatan di dalam
berlangsungnya sholat wajib itu. (murtadha
muthahhari, 1993, hal. 194).
اِ
تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا
للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِيمَا اَ يمَا نُكُم, اِ تَّقُوا ا
للّهَ فِى الضَّعِيفَينِ: ا لمَر أَةِ الاَ ر مَلَةِ وَ الصَّبِىِّ اليَتِيمِ
“takutlah
kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal
shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada
Allah dalam hal hamba sahaya yang kalian miliki. Takutlah kalian kepada Allah
dalam hal dua manusia yang lemah.” (H. R. AL-aihaqi ) (ibnu hamzah, 2008,
hal: 33)
Seperti
jika kita sedang berpergian jauh hingga menempuh jarak dari 80kl maka kita bisa
menggabungkan sholat itu menjadi satu disebut dengan (qadha’). Karena islam itu
mudah dan Allah tidak mempersulit kepada hambanya yang ingin bertaubat didalam
jalan kebenaran-Nya.
Postur,
gerakan, dan bacaan selama melaksanakan sholat ini banyak memiliki banyak
kandungan makna-makna yang sangat penting dan bermanfaat bagi penyembuhan pada
kesehatan. Shalat ini dilakukan dengan delapan posisi tubuh yang berbeda dan di
setiap posisi juga membaca ayat Al-Qur’an. Postur-postur ini ternyata mempunyai
pengaruh kuat terhadap sistem kerja syaraf dan organ-organ tubuh manusia.
Pertama,
niat dan mengangkat tangan dengan ucapan Allahu akbar maka disini di
tanamkanlah kesadaran diri bahwa kita adalah hamba Allah yang paling kecil dan
hina didepan-Nya. Hilangkan kecongkakan dan kesombongan yang dapat membuat kita
terpuruk didalam pandangan Allah. Dengan sifat manusia yang seperti itu dan tak
pantas disejajarka dengan sifat yang dimiliki Allah SWT. Sebuah hadist qudsi
Allah Swt berfirman: “keagungan
merupakan selendang-Ku dan kebesaran merupakan kain-Ku. Barang siapa
menyayangi-Ku pada salah satu diantara keduanya, niscaya dia akan kucampakkan
ke dalam mereka.” (H. R. Ibn Majah melalui Ibn Abbas) pada postur
ini merupakan simbolisasi kesiapan dan kepasrahan seorang hamba kepada
tuhannya. Manfaat dalam kesehatan untuk melancarkan peredaran darah, jika darah
kita lancer maka tubuh kita akan sehat.
Kedua,
qiyam (berdiri) ini merupakan symbol kepasraan total kepada Allah
sepenuhnya. Maka pada saat qiyam seperti inilah penyebaran seluruh sifat Allah
yang agung dalam derajat yang terkendali terpacu secara sempurna diseluruh
tubuh, pikiran dan jiwa. Getaran suara vocal panjang akan mempengaruhi terhadap
hati, paru-paru, kelenjar pineal serta akan membersihkan dan meningkatkan
fungsi seluruh bagian tubuh itu.
Ketiga,
rukuk ini sangat bermanfaat bagi para
ibu hamil, jika pada saat hamil sang bayi memiliki kelainan dan bisa
membahayakan bayinya maka disarankan kepada ibu hamil untuk sering-sering
melaksanakan sholat dan khusuk.
Keempat,
iktidal pada posisi seperti ini Allah memberikan cinta dan kasih sayang-Nya
dipenuhi, sehingga dia berkenan memberikan anugerah-Nya itu dengan menegakkan
kita kembali, meskipun hanya sesaat.
Hadirin hadirot,
yang dirahmati Allah
Kelima,
sujud yakni symbol kehinaan dan kerendahan di hadapan Allah dan juga derajat
kehambaannya semakin tinggi. Allah berfirman:
أَوَلَمْ
يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلالُهُ عَنِ
الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ (٤٨)وَلِلَّهِ
يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ
وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (٤٩)
“48. dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang
telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri
dalam Keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?49. dan kepada Allah
sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata
di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan
diri.” Q.S. al-Nahl [16]:48-49)
Sikap sujud ini merupakan bermanfaat sekali bagi otak karena
merupakan salah satu anggota badan yang terpenting karena sekejab saja otak
tidak teraliri darah maka berakhirlah kehidupan seseorang.
Keenam,
keposisi sujud diantara dua sujud pada saat posisi ini seorang pendiri shalat
membaca doa yang sekaligus merupakan tujuh permintaannya kepada Allah yang
telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “ya tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihlah aku, cukupkanlah segala
kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, bimbinglah aku,
berilah kesehatan kepadaku, dan beri ampunan kepadaku.” Doa yang
diajarkan Nabi SAW diatas menegaskan bahwa tujuh pemohonan tersebut merupakan
bagian yang sangat penting bagi seorang muslim. Manfaatnya pada laki-laki
posisi seperti ini dapat mengeluarkan zat racun dan liver dan memacu gerak
peristaltic pada usus besar, jika pada perempuan membantu pencernaan dengan
menggerakkan isi perut kea rah bawah.
Ketuju,
iftirasy (duduk tahiat pertama) dan tawarruk (duduk tahiat terakhir) pijatan
pada saat posisi seperti ini dapat menghindarkan suatu penyakit saraf sekitar
pangkal paha. Sehingga peredaran aliran darahnya lancer.
Kedelapan,
yakni salam, pada postur ini merupakan gerakan terakhir dalam melakukan ritual
shalat dan mengandung sebuah pesan moral dan spiritual luar biasa. Sikap salam
sangat bermanfaat bagi kesehatan otot. Karena dengan memalingkan muka kekanan
dan kekiri akan membantu menguatkan otot-otot leher dan kuduk serta dapat
menyembuhkan gangguan pada leher dan kepala antara lain penyakit kepala karena
dengan berkontraksinya otot-otot kepala siklus dan peredaran darah menjadi
lebih baik. (sulaiman al-kumayi, 2007,
hal. 74 )
اَ للّهُ الطَّبِيبُ
“allah itu thabib (dokter).” HR. abu daud
dan An Nasai dan Abu Ramtsan r. a.(ibnu hamzah, 2008, Hal: 285)
Allah
adalah “yang mengobat (yang member pengobatan). Dia-lah pada hakekatnya yang
menyembuhkan penyakit. Yang sungguh-sungguh sanggup menyehatkan atau
menyembuhkan seseorang dari sakit hanyalah Allah semata. Allah menciptakan
penyakit dan sekaligus obat untuk menyembuhkannya. Dia ajarkan kepada manusia
pengetahuan bagaimana mengobat penyakit. Sebab doter yang sesungguhnya, yang
menyembuhkan penyakit adalah Allah semata.
Delapan
posisi sholat itu semuanya memiliki manfaat dan terapi kesehatan itu sendiri.
Hanya bagaimana kita dapat sholat dengan posisi yang benar supaya manfaat dalam
terapi kesehatan dapat terobati. Jika posisi sholatan hanya asal-asalan maka
terapi kesehatannya pun tidak ngefek sama sekali. Oleh sebab itu rajin-rajinlah
melaksanakan sholat dan khusuk, agar tubuh kita tetep sehat dan juga lebih
dekat kepada Allah SWT.
Tsummasalamu’allaikum.
Wr. Wb.
Izin share ya
BalasHapusMksh ilmunya mbk.
BalasHapusmakasih wawasannya kakk
BalasHapuswah,..
BalasHapuskeren sekali mbg,.. ijin share yaw?
indah sekali gerakan sholat itu :)
BalasHapus