Senin, 30 Maret 2015

GERAKAN SHOLAT, TERAPI GERAKAN TUBUH (ISRA’ MI’RAJ)



 اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu merupakan mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (al-Ankabut [29]: 45) (H sulaiman rasjid, 1994, hal. 53)
Assalamu’allaikum. Wr. Wb. Hadirin hadirat, yang dirahmati Allah.
Shalat merupakan tiang agama, penyegar para ‘arifin, hiasan para shiddiqin dan mahkota para muqorrabin. Bahkam maqam sholat merupakan maqam wasilah, menghampiri, merasakan kehebatan, khusuk hingga membuka rahasia munajad bersama Allah SWT, berdiri diantara kedua tangan-Nya dan berpaling dari selain-Nya. (sulaiman al-kumayi, 2007, hal. 74 )
Didalam kitab ini shalat-shalat wajib seperti sholat lima waktu, sholat idul fitri, dan lainnya, sholat nafilah yakni merupakan sholat sunnah harian guna untuk menyempurnakan syarat-syarat, persiapan, pencegahan, keterlambatan di dalam berlangsungnya sholat wajib itu. (murtadha muthahhari, 1993, hal. 194).
اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الصَّلو ةِ, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِيمَا اَ يمَا نُكُم, اِ تَّقُوا ا للّهَ فِى الضَّعِيفَينِ: ا لمَر أَةِ الاَ ر مَلَةِ وَ الصَّبِىِّ اليَتِيمِ
“takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal hamba sahaya yang kalian miliki. Takutlah kalian kepada Allah dalam hal dua manusia yang lemah.” (H. R. AL-aihaqi ) (ibnu hamzah, 2008, hal: 33)
Seperti jika kita sedang berpergian jauh hingga menempuh jarak dari 80kl maka kita bisa menggabungkan sholat itu menjadi satu disebut dengan (qadha’). Karena islam itu mudah dan Allah tidak mempersulit kepada hambanya yang ingin bertaubat didalam jalan kebenaran-Nya.
Postur, gerakan, dan bacaan selama melaksanakan sholat ini banyak memiliki banyak kandungan makna-makna yang sangat penting dan bermanfaat bagi penyembuhan pada kesehatan. Shalat ini dilakukan dengan delapan posisi tubuh yang berbeda dan di setiap posisi juga membaca ayat Al-Qur’an. Postur-postur ini ternyata mempunyai pengaruh kuat terhadap sistem kerja syaraf dan organ-organ tubuh manusia.
Pertama, niat dan mengangkat tangan dengan ucapan Allahu akbar maka disini di tanamkanlah kesadaran diri bahwa kita adalah hamba Allah yang paling kecil dan hina didepan-Nya. Hilangkan kecongkakan dan kesombongan yang dapat membuat kita terpuruk didalam pandangan Allah. Dengan sifat manusia yang seperti itu dan tak pantas disejajarka dengan sifat yang dimiliki Allah SWT. Sebuah hadist qudsi Allah Swt berfirman: “keagungan merupakan selendang-Ku dan kebesaran merupakan kain-Ku. Barang siapa menyayangi-Ku pada salah satu diantara keduanya, niscaya dia akan kucampakkan ke dalam mereka.” (H. R. Ibn Majah melalui Ibn Abbas) pada postur ini merupakan simbolisasi kesiapan dan kepasrahan seorang hamba kepada tuhannya. Manfaat dalam kesehatan untuk melancarkan peredaran darah, jika darah kita lancer maka tubuh kita akan sehat.
Kedua, qiyam (berdiri) ini merupakan symbol kepasraan total kepada Allah sepenuhnya. Maka pada saat qiyam seperti inilah penyebaran seluruh sifat Allah yang agung dalam derajat yang terkendali terpacu secara sempurna diseluruh tubuh, pikiran dan jiwa. Getaran suara vocal panjang akan mempengaruhi terhadap hati, paru-paru, kelenjar pineal serta akan membersihkan dan meningkatkan fungsi seluruh bagian tubuh itu.
Ketiga, rukuk  ini sangat bermanfaat bagi para ibu hamil, jika pada saat hamil sang bayi memiliki kelainan dan bisa membahayakan bayinya maka disarankan kepada ibu hamil untuk sering-sering melaksanakan sholat dan khusuk.
Keempat, iktidal pada posisi seperti ini Allah memberikan cinta dan kasih sayang-Nya dipenuhi, sehingga dia berkenan memberikan anugerah-Nya itu dengan menegakkan kita kembali, meskipun hanya sesaat.
Hadirin hadirot, yang dirahmati Allah
Kelima, sujud yakni symbol kehinaan dan kerendahan di hadapan Allah dan juga derajat kehambaannya semakin tinggi. Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ (٤٨)وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (٤٩)
“48. dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam Keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?49. dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” Q.S. al-Nahl [16]:48-49)
Sikap sujud ini merupakan bermanfaat sekali bagi otak karena merupakan salah satu anggota badan yang terpenting karena sekejab saja otak tidak teraliri darah maka berakhirlah kehidupan seseorang.
Keenam, keposisi sujud diantara dua sujud pada saat posisi ini seorang pendiri shalat membaca doa yang sekaligus merupakan tujuh permintaannya kepada Allah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “ya tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihlah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, bimbinglah aku, berilah kesehatan kepadaku, dan beri ampunan kepadaku.” Doa yang diajarkan Nabi SAW diatas menegaskan bahwa tujuh pemohonan tersebut merupakan bagian yang sangat penting bagi seorang muslim. Manfaatnya pada laki-laki posisi seperti ini dapat mengeluarkan zat racun dan liver dan memacu gerak peristaltic pada usus besar, jika pada perempuan membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut kea rah bawah.
Ketuju, iftirasy (duduk tahiat pertama) dan tawarruk (duduk tahiat terakhir) pijatan pada saat posisi seperti ini dapat menghindarkan suatu penyakit saraf sekitar pangkal paha. Sehingga peredaran aliran darahnya lancer.
Kedelapan, yakni salam, pada postur ini merupakan gerakan terakhir dalam melakukan ritual shalat dan mengandung sebuah pesan moral dan spiritual luar biasa. Sikap salam sangat bermanfaat bagi kesehatan otot. Karena dengan memalingkan muka kekanan dan kekiri akan membantu menguatkan otot-otot leher dan kuduk serta dapat menyembuhkan gangguan pada leher dan kepala antara lain penyakit kepala karena dengan berkontraksinya otot-otot kepala siklus dan peredaran darah menjadi lebih baik. (sulaiman al-kumayi, 2007, hal. 74 )
اَ للّهُ الطَّبِيبُ
“allah itu thabib (dokter).” HR. abu daud dan An Nasai dan Abu Ramtsan r. a.(ibnu hamzah, 2008, Hal: 285)
Allah adalah “yang mengobat (yang member pengobatan). Dia-lah pada hakekatnya yang menyembuhkan penyakit. Yang sungguh-sungguh sanggup menyehatkan atau menyembuhkan seseorang dari sakit hanyalah Allah semata. Allah menciptakan penyakit dan sekaligus obat untuk menyembuhkannya. Dia ajarkan kepada manusia pengetahuan bagaimana mengobat penyakit. Sebab doter yang sesungguhnya, yang menyembuhkan penyakit adalah Allah semata.
Delapan posisi sholat itu semuanya memiliki manfaat dan terapi kesehatan itu sendiri. Hanya bagaimana kita dapat sholat dengan posisi yang benar supaya manfaat dalam terapi kesehatan dapat terobati. Jika posisi sholatan hanya asal-asalan maka terapi kesehatannya pun tidak ngefek sama sekali. Oleh sebab itu rajin-rajinlah melaksanakan sholat dan khusuk, agar tubuh kita tetep sehat dan juga lebih dekat kepada Allah SWT.
Tsummasalamu’allaikum. Wr. Wb.

5 komentar:

silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran