Senin, 30 Maret 2015

INDAHNYA BERSILATURRAHMI (TASYAKURAN RUMA BARU)



اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum. Wr. Wb. Hamdan wa syukkrulillah.
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Marilah kita sebagai tetangga yang baik dan mengayomi dan memiliki ciri khas mencintai tetangga karena Allah dan membenci karena Allah. Jika kita ingin malaikat rahmat berkenan masuk ke dalam rumahmu, maka jalinlah hubungan terhadap orang yang memutuskannya, karena rasulullah menjadi sosok yang menjaga hubungan keluarga. Maksudnya bukan kebaikan di balas dengan kebaikan, akan tetapi beliau berbuat ma’ruf di dalam keluarganya maupun di luar keluarganya. (abu huzaifah, 2001, hal: 39)
Hadirin hadirat yang di muliakan oleh Allah
Dalam Al-Qur’an dijumpai beberapa kata yang mengarah pada “keluarga”. Ahlul bait disebut keluarga rumah tangga Rasulullah SAW
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِين الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(Q. S. al-Ahzab [33]: 33)

[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[1216] Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217] Ahlul bait di sini, Yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.
wilayah kecil adalah ahlul bait dan wilayah meluas bisa dilihat dalam alur pembagian harta waris. Keluarga perlu di jaga (at-tahrim [66]: 6), keluarga adalah potensi menciptakan cinta dan kasih sayang. Menurut Abu Zahra bahwa institusi keluarga mencakup suami, istri, anak-anak dari keturunan mereka, kakek, nenek, saudara-saudara kandung dan anak-anak mereka, dan mencakup pula saudara kakek, nenek, paman dan bibi serta anak mereka (sepupu). Keluarga merupakan lambing kehormatan. (mufidah ch, 2013, hal: 35)
            rasulullah telah mengajarkan kepada kita bahwasannya berhubungan baik dengan tetangga itu sangat di perlukan supaya untuk memperelat tali silaturrahmi sesam masyarakat. Dengan diantara bentuk menjaga hubungan baik dengan tetangga yakni mengingatkannya ketika lalai menjalankan perinta Allah dan mengajaknya untuk taat kepada-Nya. (ibnu jauzy, 2001, hal: 90).
            Untuk memperkuat khitoba ini saya ambil sebuah hadist yang menjelaskan mempererat dan memutuskan silaturrahim:
“man achabba aiyubsatho lahuu fii rizqhii, wa aiyunsa-a lahuu atsarishil rochimahuu (barang siapa yang ingin murah rezekinya dan ingin panjang umurnya, maka hendaklah mempererat hubungan silaturrachim)” (H. R. Bukhori)
“itsnaani laa yandzurulloohu ilaihimaa yaumal qiamat: qoothi ‘urrochimi wa jaarus su-I (dua orang tidak dipandang Allah pada hari kiamat, 1. Orang yang memutuskan tali silaturrahmi, 2. Tetangga yang buruk budi).” (H. R. Ad Dallami) (abdullah asy’ariba,2003, hal: 22-23)
Oleh karena itu maka perbanyaklah bersilaturrahmi kepada sesame mahluk Allah, karena allah akan member murah rizki dan umur panjang. Dan jika sebaliknya Allah akan membencinya sampai hari kiamat. Maka oleh sebab itu jadilah orang yang menjadikan amal ma’ruf sebagai prinsip dan syiar, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah kepada kita. Janganlah engkau halangi barakah yang akan menghampiri dirimu, dengan masuknya para malaikat rahmat ke dalam rumahmu, doa para yang dipanjatkan bagimu dan kebersamaannya di sisimu.
Sedikit pesan penting yang saya sampaikan, akhirul kalam. Tsumsalamu’allaikum. Wr. Wb.


5 komentar:

  1. subhanallah
    indah sekali sampai menyentuh kolbu saya

    BalasHapus
  2. dengan bersilahtuhrrahmi kira harus mengingatkn yg lalai misalx temn,tetangga atau saudara
    bagaimana klo tali silahturahmi kita putus karna org" yg kita ingatkn dari kelalaiannya tdi tdk terima sehingga memutuskn tali silahturrahmi ini..
    apa yg hrus kita lakukan..?? terimksih

    BalasHapus

silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran