![]() |
| nurudin faqih syarif |
Beberapa waktu yang lalu aku sudah
menetapkan cita-citaku. Suatu cita-cita yang kurasa bisa sejalan dengan
kewajibanku menuntut ilmu meneruskan kulia di UIN Sunan Ampel Suarabaya yang
terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya di kota lumpur sidoarjo. Penulis,
itulah pilihanku. Kupikir inilah profesi yang bisa mempertemukanku dengan sang
idola. Aku rela seandainya Tuhan menakdirkanku hanya bisa menulis satu buku
saja. Asal dari situ aku bisa berkenalan dengan penulis inspirasiku itu. Tere
Liyelah kini tujuanku.
Tapi
ada rasa bingung. Sebingung bagaimana aku menetapkannya, andilau (antara delima
dan galau) bingung kini mulai mendera, bagaimana aku mewujudkannya?. Cerita apa
yang akan aku tulis nanti? Itulah kini yang menjadi pertanyaan besar dikepala.
Aku mondar mandir di perpustakaan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya seperti
setrikaan, dengan harapan aku bisa menemukan ide baru. Kucoba duduk di salah
satu kursi didalam perpustakaan yang berbalut cat coklat tua sambil kupejamkan
mata sejenak. Jilbabku sudah mulai kusut usai memikirkan hal ini
bermenit-menit. Mulutku sesekali berdesis dan berdo’a semoga Tuhan menurunkan
ilham dari atas langit. Perna aku mendengar cerita, orang yang tiba-tiba fasih dalam
membaca al-qur’an karena kerasukan roh orang yang pandai membaca al-qur’an. Aku
berharap dan berfikir, siapa tahu dalam keadaan ini aku dirasuki roh Ein stein
dan membuatku menjadi manusia jenius. Otakku yang mulai tumpul seketika menjadi
runcing dan bisa menemukan hal-hal baru yang tak perna terpikirkan sebelumnya.
Kuterus berangan-angan apa yang bisa kulakukan. Sobat, sebenernya bakat
terbesarku: berkhayal, berimajinasi dan bermimpi sambil senyum-senyum sendiri.
Untuk
sesaat kucoba mengembalikan diriku dalam kerealistisan. Kutenangkan kembali
diriku. Kucoba ingat bahwa tidak ada manusia bodoh di dunia ini. Hanya centang
perenang saja sepertiku. Kududukkan diriku diteras rumah. Sambil kurasakan
sejuknya semilir angin yang sedang membelai jilbabku. Burung sriti
berkejar-kejaran sambil mengelilingi resiko. Slawiran kabel listrik yang
siap menyengat tubuhnya tak perna dia hiraukan untuk suatu kebahagiaan. “Begitu
beraninya burung itu,” anganku. Melewati beberapa kabel yang terbentang
diantara beton kabel yang berdiri kokoh berjarak sekitar 10m dari beton satu
dengan yang lain. Kupikir akupun harus seperti burung itu. Kenapa aku harus
takut dengan ketik mampuanku saat ini. Bukankah menulis itu hanya suatu
ketrampilan untuk mempermainkan kata? Mengkombinasikan huruf serta kelihaian
meletakkan spasi?
Pagi
ini hawk month atau kucing kecilku sedang beratraksi menunjukkan kepandaiannya
dalam menangkap mangsanya. Terlihat sangat aktif dan lincah karena sangat
senang melihat mangsanya sudah datang dihadapannya. Bentuk wajah yang focus
pada tujuannya dengan kaki berkuku tajam seperti jarum suntik. Kecepatan
berlarinya seolah ingin mengalahkanku. Kakinya berlari dari keramik satu
kekramik lantai yang lain yang bercorak kopi susu, sambil mulutnya membuka dan
menggerang keras karena sasarannya lolos dari terkamannya. Pagi itu serasa
pudar sementara impiannya untuk menangkap tikus nakal yang setiap malam berisik
mengganggu tidur majikannya.
Pada
suatu ketika itu juga dengan cuaca yang sedikit ekstrim. Hujan yang tak ada
hentinya. Serasa ingin kucoba untuk menghentika sementara, akan tetapi apa daya
tangan tak sampai. Aku bukanlah seorang nabi yang bisa menghentikan hujan
dengan hentakan tongkat nabi musa yang bisa membela sungai menjadi dua. Dan
juga bukanlah doraemon yang bisa memutar waktu setiap saat dengan alat yang
dimiliki dalam kantong ajaibnya. Hujan yang semulanya deras pun mulai mendekati
redah berubah menjadi gerimis halus seperti tepung. Sayapun mulai beranjak
berangkat dengan mengenakan jas hujan yang berwarna abu-abu dipadu dengan warna
biru tua. Kunyalakan mesin sepeda dan kutancap gas dengan melaju kecepatan 40km
perdetik. Jalanan yang basa dengan genangan air hujan dimana-mana dan sepi,
lajuanku mulai kutambah lagi dengan kecepatan 50km perdetik dengan berangan
agar tidak telat kulia.
Nyatanya
hujanpun mengguyur kota berlambang buayan dan ikan yakni surabaya juga tak ada
henti-hentinya. Dimana ada hujan disitu ada genangan air. Luapan air hujan yang
tak sanggup di serap oleh tanah mengakibatkan genangan-genangan karena tanah
yang menyerap sudah berlebihan dalam menyerap air hujan yang sangat curam yang
terjadi saat ini hari selasa 07-April-2015 dari pagi hingga menjelang sore
masih menghujani bumi kota metropolitan ini.
Sesampai
di kampus, kuparkirkan sepeda motor Mio GT berbalut warna ungu dipadu hitam pekat
dan putih depan fakultas tarbiyah b. hujan yang semakin menjadi-jadi derasnya
dengan agak tergesa-gesa kulepaskan jas hujan dan helm kutaruh diatas sepeda.
Lalu ku lari untuk menghindari basa kuyup gemriciknya air hujan yang semakin
deras.kupandangi sebentar anak-anak sekitar 10 orang atau lebih berteduh di
depan gedung fakultas dakwah dan komunikasi. Ada yang sambil becanda dengan
lawan bicaranya. Ada juga yang sambil baca Koran khusyuk seperti orang baca
al-qur’an. Dan ada juga yang berteduh sambil merokok. Padahal “rokok berbahaya
bagi kesehatan” sebuah memo yang tertuliskan di bungkus setiap rokok apapun
itu.
Jalan
demi jalanan kususuri dari krumanan anak-anak sampai menuju ke lorong sepi.
Lalu kulangkahkan kakiku memasuki kelas kudapati didalamnya teman-teman dan dua
dosen yang separuh baya berbincang-bincang santai dengan nada sedang. Dengan
pelahan kakiku menyusuri lantai berkeramik putih ini menuju kursi bercat coklat
tua deretan nomor dua dari depan. Saya duduk tepat di belakang teman saya ber
kerung ungu bernama Azka Azkiyatu khilmiyah. Kelas yang begitu sunyi redup, hanya terbantu
cahaya matahari dari cela-cela jendela yang berukuran 1x2 meter. Tidak cukup
banyak membantu penerangan dalam kelas yang luasnya sekitar 6x7 meter.
Fasilitas 4 lampu didalam kelas dimatikan.”tak tik tok.” Suara getara jalannya
trisno kosma wijaya memasuki kelas. Temanku yang gendut cenderung besar. Baju
yang basa karena kehujanan dengan tergesa dia mulai mencari tempat duduk.
Pada
saat itu seorang teman laki-laki berbaju biru sedang membantu kedua bapak
separuh baya itu memnyalakan projector untuk alat bantu perkulian hari ini.
Projector yang di letakkan diatas bangku kecil berukuran seperempat meter. Selang hitungan beberapa menit saja perkulian
ini di mulai dan dibuka oleh dosen tergagah kita yang berbaju lengan pendek
perwarna putih dan di lanjutkan oleh bapak tamu kita yang berbadan kekar berisi
dengan menyapa teman-teman seisi kelas.
“Jadikan
2 baris kursinya, lalu majukan kedepan.“ Ungkap dosen berkacamata itu. Di baris
kedua bangku no 3 dari arah kiri aku duduk bersebelahan dengan wanita
berkerudung pink. Tak lama kemudian selang berapa detik pak faqih seorang motivator handal itu
berkata: “Maaf, hari ini saya tidak bisa mengisi matakuliah full, karena saya
ada pelatihan dan harus ke Bromo jam 13:30.” Lalu beliau berseru kembali sambil
melihat keprojektor yang di dalam layar tersebut tertuliskan tiga kata yakni:
HIT H: Hancurkan penghalang I: Impianmu tuliskan
T:Tingkatkan valensimu. Pada saat itu bapak motivator hebat itu
menjelaskan “Hambatan apa yang paling berbahaya untuk kita?” Tanyanya bapak
berbaju merah dengan motif bergaris kepada mahasiswa yang berjumlah 15 orang
didalamnya. Sahut mahasiswa dari bangku deretan nomor dua dengan agak sedikit
ragu-ragu dan percaya diri “Hambatan yang tidak tampak pak.“ bapak motivator
tersebut kemudian menjelaskan dengan suara rendah dan tak cukup keras di dengar
” Iya hambatan tersebut adalah penjara mental bagi kita semua. Seorang
dosen yang dulunya terkenal gagap ini menjelaskan tentang 5 gembok metal dengan
nada yang rendah dibalut dengan gaya motivator terhebat didunia . beliau
menjelaskan pelan-pelan, agar teman-teman seisi kelas ini paham, apa sih! 5
gembok mental itu? Perlu teman-teman ketahui
“5 Gembok Mental” dan mengapa kita sering kali mengucapkan kata
“tapi”. Kata ini lah terkadang membuat diri kita menimbulkan adanya kalimat sebab-
sebab atau juga alasan muncul untuk berfikir negative. Yang pertama, pikiran
negatif ,hati-hati dengan hal
tersebut karena akan menjadi sindrom dalam kehidupan kita. hal ini muncul
terkadang karena depresi dengan hal semacam ini dapat menimbulkan alasan-alasan
yang tidak kita inginkan.
Beberapa
tahun terakhir ini mereka sering kali ngomong yang negative Contohnya saja olga
sapruta. Dia depresi kemudian menyanyikan lagu hancur-hancur hatiku
sampai-sampai dinyanyikan di setiap acara live. Apa yang terjadi, hancur benar
hatinya karena ditinggal nikah oleh jesica dengan pangeran jerman. Contoh
selanjutnya, dengan berpikiran negative ayu ting-ting menyanyikan lagu kemana,
keman, kemana. Kemana beneran akhirnya si suaminya, “siapa itu?” Tanya pak
fakih kepada anak-anak karena tak tau nama suami ayu ting-ting. Dengan serentak
anak-anak menjawab “enji bapak”. Sahut bapaknya, “owh iya, enji sibotak yang
keman-mana dan tak kunjung pulang”. Sambil becanda bapak berkulit sawo matang
ini mulai melanjutkan ceritanya lagi. Dengan mencontohkan deretan lima artis
terkenal yaitu pegy marisa dengan kalimat pusing pusingnya, kemudian bapak
berkaca mata ini mengatakan . Ada sebuah cerita, seorang professor membagikan lembar jawaban kepada mahasiswanya
dengan mengatakan: “5 tahun terakhir ini, hampir semua mahasiswa tidak lulus
matakuliah saya.” sehingga ucapan negatif itu terus menghantui pikiran
mahasiswanya, selang 5 menit silam ada seorang mahasiswa terlambat dan dia
tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh profesor tersebut, yang lain serius
mengerjakan, dia malah bernyanyi-nyanyi “la la la la la.” dan dengan
santainya dia menjawab soal ujian yang di berikan oleh professor kepadanya
.Ketika waktu pengumuman kelulusan berlangsung. Ternyata benar, hampir semua
tidak lulus mata kuliah ini. Dan mahasiswa yang datang terlambat tersebut malah
lulus matakuliah karena adanya kemungkinan dia tidak mendengar ucapan negatif sang
professor saat ujian yang menghantuinya. Dan Ketika menghadapi ujian
nasional, kerjakanlah soal yang mudah terlebih dahulu, karena kegagalan sering
berawal dari nervous yang berlebihan, “Penjelasan dari motivator bersepatu
hitam tersebut.” Lalu ada seorang prof menghukum mahasiswa dengan sujud syukur
karena datang 10 menit sesudah prof Ali Aziz masuk kedalam kelas. Agar yang
telat ini berfikir positif. Terlambat saja dihukum apa lagi ikut kulia selama
lima tahun itu tidak lulus.
Bapak
pemilik tiga pesantren tersebut berkata kepada teman-teman “Ketika saya bilang
hay maka jawab hallo yaa? Dan ketika saya bilang hallo maka jawabnya hay.” Dengan
kompak dan serentak seisi kelas mulai bersuara. Salah satu dari beribu-ribu
kelebihan yang dimiliki oleh bapak fakih ini mempunyai tehnik atau metode untuk
menjadikan suasana kelas yang hening menjadi hidup dan tak layu kembali. Pada
akhir 4 tahun ini banyak orang yang gegana yakni gejala galau dan merana yang
di akibatkan tidak mempunyai impian dan cita-cita. Akan tetapi hati-hati dengan
3D yaitu Dendam Dengki Dongkol adalah sifat setan kepada manusia, hati-hati
dengan hal tersebut, ketika kita mempunyai sifat itu berarti kita sama seperti
setan. “Setan saja berdo’a kepada Allah dan dikabulkannya, mengapa kita masih
bermalas-malasan untuk berdo’a? kalau gitu kita kalah donk dengan setan?,” ujar
sang motivator pemilik hati yang mulia itu. Kekuatan manusia terletak di antara
dua telinga yakni “pikiran.” Di saat ada dorongan untuk berbuat keburukan dan
menunda-nunda kebaikan, itu merupakan hal yang datang dari bisikan setan.
Penjara Yang kedua, Usia “jangan jadikan usia itu sebagai dalil untuk
mencapai kesuksesanmu,” ungkap motivator berkacamata itu sambil menulis di
papan tulis berukuran 3x1cm menggunakan boardmaker hitam. Lanjutnya, Kewajiban
mencari ilmu itu tidak memandang batasan usia. Melainkan seumur hidup dan
setiap waktu, kapanpun, dimanapun kita berada. Akupun masih termenung dan
berkhayal kemana-mana. Dengan memimpikan satu persatu impianku. Kelaspun
kembali sunyi tanpa ada suara kecuali suara yang berasal dari bapak sang
motivator hebat ini. Lalu bapak separu baya ini bertanya lagi “apa Kalian
tau gambar orang tua yang selalu terlihat di KFC? Dia tidak pernah memakai
dalil usia untuk mencapai keinginannya. Dia mencoba dan terus mencoba sampai
1008 kali berusaha mewujudkan sebuah francikkend yang lezat dan nikmat. Namanya
adalah Harland Sanders lahir pada tanggal 9 September 1890. Kondisi yang saat
itu mengharuskan Harland Sanders menjaga kedua adik kandungnya dan belajar
memasak lebih awal. Belum menginjak tujuh tahun, Harland Sanders telah menjadi
koki handal. Dia bekerja di sawah saat baru berusia sepuluh tahun dengan upah
dua dolar setiap bulan. Dia juga pernah bergabung menjadi tim pemadam kebakaran
kereta api.
Dalam
benaknya bergejolak keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Harland
Sanders sangat suka ayam goreng, hanya saja tidak memakai cara klasik, yaitu
dengan memakai minyak yang tidak bisa menghasilkan rasa seperti yang
diinginkannya. Pada tahun 1939, Harland Sanders menemukan cara jitu untuk
menggoreng ayam. Salah satu hal yang membantu penemuan barunya tersebut adalah
penemuan pressure cooker atau panci bertekanan yang dapat menghasilkan ayam
lezat dan segar dalam waktu sepuluh detik dengan cara dikukus di atas uap,
tanpa menghilangkan rasa dan bau serta tidak menggunakan minyak. Setiap tahun,
Harland Sanders selalu melakukan percobaan hingga menemukan resep spesial yang
terdiri dari rempah – rempah dan bumbu – bumbu. Pada tahun 1949, Harland
Sanders menerima pangkat kolonel berkat keberhasilannya di wilayah Kentucky. Pada tahun 1935, ketika Sanders adalah berumur
45 tahun. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel karena
kemampuan hebatnya dalam memasak makanan yang enak. Akan
tetapi, Harland Sanders lebih suka dipanggil bisnisman Meski dengan kondisi
jiwa yang remuk, akan tetapi Harland Sanders tidak menyerah. Kepada dirinya dia
berkata, “Tidak ada apa pun di hadapanmu kecuali satu hal yang bisa dilakukan,
yaitu menggoreng ayam. Inilah yang akan engkau lakukan sepanjang hayatmu.”
Harland Sanders menjual ayam ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta. Hal ini
memotivasi dirinya untuk menandatangani kontrak dengan beberapa rumah makan
lainnya. Saat itu, dia mengambil empat sen untuk setiap ayam yang terjual.
Harland Sanders turun ke pasar – pasar untuk mempromosikan ide penjualan ayam
KFC-nya, meski sudah tua dan terserang penyakit rematik. Kolonel Harland Sanders akhirnya pensiun dari
bisnis ketika ia berusia delapan puluh tahun, dan terserang penyakit.
![]() |
| habibie afsyah |
Yang
ketiga, Kesehatan jangan jadikan penghalangmu untuk meraih mimpimu dan
impianmu. Terkadang dengan kebatasan fisik kita minder dan merendah. Dengan keterbatasan
fisik tentu tak boleh menjadi hambatan untuk mencapai impian dan kita
cita-citakan. Banyak sekali orang yang dikaruniai fisik sempurna malah
mengeluhkan hidupnya dan tak mampu bekerja keras untuk mendapat penghidupan
yang laya. Padahal diluar sana masih banyak sekali orang-orang berkebutuhan
khusus yang tak berhenti mengejar cita-cita dan mengabaikan kondisi fisiknya
yang tak sempurna. Salah satu diantara orang-orang hebat itu adalah Habibie
Afsyah, seorang internet marketer muda yang mengidap kelainan muscular
dytrophy. Habibie Afsyah adalah seorang pria yang lahir di Jakarta tangga l 6
Januari 1988. Putra pasangan H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati ini
menjalani masa kecilnya seperti anak-anak biasa pada umumnya. Habibie bukanlah
penyandang cacat fisik sejak lahir. Sebuah penyakit bawaan bernama muscular
dytrophy lah yang perlahan-lahan merenggut fungsi motorik tubuh Habibie
sehingga ia mulai tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Dari
hasil belajar kursus marketing dan praktek secara real di dunia maya, Habibie
sudah berhasil menerbitkan ebook panduan sukses dari Amazon, membuat situs jual
beli properti (rumah101.com)dan menjadi trainer di acara seminar Eprofitmatrix
bersama sang guru, Suwandi Chow. Kala itu di usia yang baru menginjak 20 tahun,
Habibie mampu menjadi pria berkebutuhan khusus yang mandiri secara finansial
bahkan mampu membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Bila dulu sosok
Habibie muda hanya menjadi pria yang pesimis pada dirinya sendiri dan
hanya gemar bermain game online dan berselancar di dunia maya, kini kasih
sayang dan perhatian sang ibu menjadi kekuatan berharga yang mendukung kemajuan
Habibie di dunia online marketing. Banyak sekali seminar dan talkshow kampus
yang sering mengundang Habibie Afsyah sebagai narasumber yang menginspirasi
banyak orang. Keterbatasan fisik tentu tak boleh
menjadi hambatan untuk mencapai impian dan cita-cita kita. Banyak sekali
orang-orang yang dikaruniai fisik sempurna malah mengeluhkan hidupnya dan tak
mampu bekerja keras untuk mendapat penghidupan yang layak. Padahal diluar sana
banyak sekali orang-orang berkebutuhan khusus yang tak berhenti mengejar
cita-cita dan mengabaikan kondisi fisiknya yang tak sempurna. Salah satu
diantara orang-orang hebat itu adalah Habibie Afsyah, seorang internet marketer
muda yang mengidap kelainan muscular dystrophy. “Kalau Saya yang punya
keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda juga pasti bisa! Kemandirian dan
kesuksesan adalah kodrat Anda” ~ Habibie Afsyah.
Kisah selanjutnya yakni berasal dari seorang “pepeng sang motivator gagah”yang bernama
lengkap Ferrasta Soebardi usia 57 tahun, pepeng sudah hampir enam tahun
ini terbaring di ranjang kamar tidurnya. Sejak penyakit Multiple Sclerosis
menyerangnya pada Juli 2005 silam. Selain dikenal sebagai public figur,
Pepeng juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang multimedia bernama
Jari-jari Communication. kini Dalam keadaan sakit pun, Pepeng masih terus
berjuang dan berhasil menyelesaikan studi S2 nya di Universitas Indonesia
bidang psikologi dengan nilai sangat memuaskan (A). "Mungkin kalau saya masih
sehat, saya belum tentu menyelesaikan S2 saya," ujar Pepeng. Dari balik
kamar tidurnya yang biasa dia sebut 'Goa’, Pepeng menjalankan beberapa
bisnis online dibidang penjualan domain. Dia juga menjadi penggagas gerakan
sosial pendidikan Indonesia, sebuah gerakan yang peduli terhadap pembangunan
sekolah-sekolah yang roboh. Selain aktif menulis artikel, Pepeng saat ini juga
sedang mempersiapkan sebuah buku yang diberi judul ‘Di Balik Jari-Jari’. Buku
ini menurut Pepeng lebih diposisikan sebagai buku motivasi bagi para
pembacanya. Mengisi dengan Kegiatan Cerdas. Baginya selama sakit, harus diisi
dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. “Dalam hidup, kita harus melakukan
dengan segala macam bentuk tindakan yang cerdas,” tutur ayah empat anak ini.
Tindakan cerdas yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk
mendekatkan diri kepada Allah dan juga melakukan kegiatan yang produktif. menurutnya,
tak ada gunanya lagi bersedih dengan keadaan yang menimpa dirinya. Kini, ia
harus berusaha untuk berjuang demi kesembuhan penyakitnya, meski penyakitnya
tersebut diketahui belum ditemukan obatnya.
tegasnya singkat. “Saya tidak takut mati,”
![]() |
| gambar: pepeng setelah wisuda S2nya |
Yang
keempat, IQ dengan latar belakang pendidikan, tidak menutup
kemungkinan orang yang tidak mempunyai pendidikan yang tinggi tidak bisa
berkreativitas atau berkreasi untuk mewujudkan impiannya, lihat saja
Andrie Wongso seorang motivator Indonesia terkenal yang Memiliki
motivasi dan tekad kuat untuk mencapai target itulah gambaran diri
dari Andrie Wongso, Meskipun bergelar SDTT [Sekolah Dasar Tidak Tamat]
namun berkat tekadnya yang kuat berhasil mengantarkan Andrie Wongso menjadi Motivator
terhebat Nomor Satu di Indonesia. Andrie Wongso yang dilahirkan 6
Desember 1954 di kota Malang, Jawa Timur ini hidup dalam keterbatasan finansial.
Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena
sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah
Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga
remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan
berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar. Sejak tahun 1989, dia menjadi
pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai
kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training motivasi, tidak
hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan instansi. Kini, ia
dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya ditambah TBS,
yang artinya Tapi Bisa Sukses. Itulah Andrie Wongso, SDTT, TBS.
Dalam bidang motivation training, Andrie menggagas sebuah
pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training yang bersumber dari
ajaran Buddha, yakni hukum tentang pikiran, hukum tentang perubahan dan hukum
tentang sebab akibat. Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is
My Right” yang lahir enam tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan Andrie
Wongso tidak terbatas hanya pada kalangan Buddhis, namun sudah merambah ke
seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atlet dan
lain-lain. Kemudian diversifikasi perusahaan pun dilakukan, merambah ke bidang
holografi, perusahaan mainan, pengelola beberapa foodcourt dan untuk menaungi
bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW motivation training dan
AW Publising, Multimedia serta membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu
toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi.
Yang
kelima yakni terakhir, Nasib banyak orang mengatakan, “nasibku memang
seperti ini. Ketika kita tidak bisa membuka penjara mental ini, maka
kita akan terus di hantui rasa tidak percaya diri untuk menggapai cita-cita.” Ungkap
seorang motivator yang suka menjaili temannya semasa dia kulia sambil berdiri
menatap mahasiswanya. “Yakin dengan kebesaran kekuasaan Allah SWT. Setelah
penghalang di hancurkan, maka tulislah impianmu. Mengapa kita harus menulis
impian kita di tempat yang selalu kita lihat?. Agar kita selalu termotivasi dan
ingat akan impian kita.” Sahut salah satu mahasiswa yang berbaju mermotif batik
biru. Bapak motivator tersebut melanjutkan penjelasannya: Iya, kenapa kita harus
takut untuk menulis impian kita, padahal impian itu gratis untuk ditulis.
Tulislah impianmu dan selipkan proposal itu serta ajukan kepada Allah. Tempel
di berbagai sudut ruangan agar kamu selalu ingat impian itu. Sebut segala
sesuatu yang menjadi impianmu di setiap do’amu. Kita harus berani bermimpi,
berani gagal, dan terus mencoba. Saya punya teman waktu SMA, dia memang aneh dari
teman yang lain. Dia selalu membawa tas jinjing. Ketika turun dari angkutan,
saya dan teman yang lain berbaris untuk menyambutnya. Kulihat seorang teman
yang berpakain seperti professor dengan membawah tas dan menjinjingnya dan
berjalan menuju kelas, sebelum sampai dikelas ku lontarkan dua kata kepadanya
“Pagi Prof,” itulah ejekanku kepada kawanku .hebatnya dia tidak pernah marah
saat di ejek dan selalu menjawab sapaan kita dengan nada seperti profesor. Didalam
bukunya selalu tertulis namanya sendiri, tapi yang bikin herannya lagi, di atas
bukunya terukir namanya dengan tittle Prof. Dr. (nama tidak diketahui) dan di
lanjutkan dengan tittle berikutnya. Saya dan yang lain selalu menertawakan
sampai pada suatu selesai jam kulia dan anak-anak masih di dalam kelas yang
gaduh dia maju kedepan keras dengan ekspresi marah dan berkata: “kenapa kalian
selalu menggangguku? apa salahku?.” Dari situ saya merasa bersalah dan minta
maaf. Itulah impiannya, dan yang tidak saya sangka, 4 tahun yang lalu bapak
motivator ini bertemu dengan dia yang sering di panggil professor dan dia sudah
menjadi orang sukses. Inilah pengalaman saya di waktu Kulia. Pada saat itu saya
juga punya impian agar buku saya bisa terbit di Gramedia. Ketika saya memasuki
gramedia, satu persatu buku di gramedia saya pegang buku yang best seller
(beliau menjelaskan dengan tangan seolah-olah memegang buku), ini visualisai, dan
saya berdo’a seperti ini:” Ya Allah, suatu saat buku saya akan berada disini.”
Tidak lama kemudian saya di kagetkan oleh seorang petugas karena saya di kira
tertidur, akhirnya saya bicara;” saya tidak tidur pak tapi ini visualisai.”
Akhirnya Alhamdulillah beberapa tahun kemudian buku saya bisa berada di
Gramedia menjadi best seller. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk
bermimpi. Cerita motivator penggapai mimpi itu dengan mengingat-ngikat dengan
jelas kejadian tersebut.
Apakah
ada yang pernah membaca buku “ON” ?,seisi kelaspun sontak dengan judul buku
tersebut selang beberapa detik Pak Nasrul Faqih Syarif meneruskan penjelasannya:
“yang di maksud ON yaitu kita harus Vision, memiliki tujuan
jangka panjang yakni dunia dan akhirat, jaga keseimbangan antara keduanya
jangan sampai kamu hanya ingat akan duniamu akan tetapi juga ingatlah
akhiratnya Allah. Action, kerja keras dengan seluruh semangat
kita, kemudian kerja cerdas harus memiliki planning yang baik, dan jangan lupa
kita harus ikhlas. Passion, kita harus mengetahui dimana
bidang yang kita kuasai, dan kita merasa nyaman dalam bidang tersebut. yang
terakhir Collaboration. Akupun menganggukan kepala, pertanda
aku lega karena tanda paham. “Ini sudah jam berapa?” tanya motivator bertempat
tinggal di Waru. “Jam 13:25 pak.” Ucap salah seorang teman berkerudung pink
sambil melihat jam yang menghiasai pergelangannya. “Yasudah maaf saya harus
pergi ke Bromo karena untuk mengisi sebuah training, minggu depan akan saya
lanjutkan kembali. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi kita semua.”
Kemudian beliaupun meninggalkan kelas. 3 menit bersilam, “ini boardmaker
siapa?,” Tanya dosen matakuliah Teknik Khitobah II. “ayo lari kasihkan Pak
Faqih.” Kemudian dosen berkemeja berwarna putih lengan pendek itupun menyambung
penjelasan tadi. “Tulis apa yang kalian dapatkan hari ini, ayo mulailah dengan
Bismillah.” Ungkap dosen berbiwaba itu. Dengan mondar mandir melihat
mahasiswanya yang sedang menuris dan tak boleh berhenti untuk menuli. Seketika saya
menulis bapak separu baya itu keluar kelas dan sela 5 menit kami menulis, pak
prof Ali Aziz kembali ke dalam kelas dan salah seorang teman mengeluh “sudah
pak ... capek !!!. “ keluh beberapa mahasiswa dari baris kedua.” Yasudah kita
sudahi saja, lanjutkan di rumah ya, mari kita tutup perkuliahan hari ini dengan
do’a akhir majlis. Setelah itu saya pun masih berguman di dalam hati “apakah
saya bisa menjadi hebat seperti itu.” Akan tetapi saya yakin, semua orang akan
terwujudkan impiannya jika disertai kerja keras dan berdo’a




luar biasa
BalasHapus