Minggu, 19 April 2015

keistimewaan sebuah kecerdasan

Peristiwa ini terjadi pada berawal pada saat saya membuka pintu kelas yang berbalut dekorasi kayu coklat lalu masuk kedalam ruang kelas yang hanya diterangi 2 lampu menyala dan 2 lampu lagi mati di bantu sumber penerangan cahaya matahari agak memudar remang-remang karena situasi yang menjelang sore. Kemudian saya mendapati kelas yang masih kosong. Pikirku “mungkin anak-anak masih pada sholat dhuhur.”. Dengan tergesah-gesah masuk kedalam kelas agar tidak telat lagi dan nyatanya dosen yang gemuk ber kulit sawo matang belum kunjung datang.tak lama selang beberapa menit teman-teman mulai berdatangan “tak tik tok tak tik tok,” suara jalan mereka yang memasuki kelas. Pukul menunjukkan 12.35 WIB bapak motivator terhebat ini datang dan berseru “bapak prof ali aziz kemana?,” sahut salah seorang teman saya “tidak tau pak”.  
Kemudian bapak motivator terkenal ini menawarkan buka yang ditulisnya. “ini ada sepuluh buku kiat menjadi dai sukses, siapa yang mau beli silahkan. Stok terbatas, karena saya hanya membawah 10 buku saja”. Dengan menunjukkan buku yang dibawahnya tadi. Seorang teman menyahuti ”berapaan harganya bapak?”. “40rb, bisa di bayar minggu depan”. Sahutnya. Lalu bapak yang mempunyai tiga pondok ini membuka perkuliaan dan menjelaskan tentang MESIK KECERDASAN dan GAYA KOMUNIKASI.
Kecerdasan terkadang sering kali dimaknai sebagai kemampuan memahami sesuatu dan kemampuan berpendapat atau juga kemampuan dalam berfikir:
1.      Dalam hal ini kecerdasan dipahami secarasempit sebagai kemampuan intelektual yang menekankan logika dalammemecahkan masalah. Kecerdasan dalam arti ini biasanya diukur darikemampuan menjawab soal-soal tes standar di ruang kelas (tes IQ). Testersebut menurut Thomas R. Hoerr, sebenarnya hanya mengukur kecerdasansecara sempit karena hanya menekankan pada kecerdasan linguistik danmatematis logis saja, meski dapat mengukur keberhasilan peserta didik disekolah, namun tidak bisa memprediksi keberhasilan seseorang di dunia nyatamencakup lebih dari sekedar kecakapan linguistik dan matematis-logis.
2.      Meski demikian pengagungan terhadap IQ dalam menentukankesuksesan masih mendominasi pembelajaran di sekolah dan salah satunyatampak pada penggunaan metode-metode pembelajaran tradisional, seperticeramah dan cerita yang lebih sesuai dengankecerdasanlinguisticdan pendekatan rasional dengan logika matematika yang lebih sesuai dengankecerdasan matematis logis.
Bahkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) kebanyakan masih diisi dengan muatan hafalan, praktik ibadah ritual,dogma agama dan sejenisnya, hingga menimbulkan kesan tidak menarik,membosankan dan kurang bermakna bagi peserta didik yang kecerdasanlinguistik dan matematisnya kurang menonjol. Peserta didik hanya bisa belajardengan baik apabila materi disampaikan dengan menggunakan metode yangsesuai dengan kecerdasan mereka yang paling menonjol.

MESIN KECERDASAN
  • THINGKING
  • SENSING
  • INTUITING
  • FELLING

Apa itu mesin kecerdasan? Ia adalah belahan otak dominan yang ada pada diri kita.
Mereka yang dominan pada limbik otak kiri bawahnya disebut Sensing.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kanannya disebut Intuiting.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kiri atasnya disebut Thinking.
Mereka yang dominan pada limbik otak kanan bawahnya disebut Feeling.
Dan mereka yang dominan otak tengahnya disebut Insting.

Yuk, saya ajak mengenal satu persatu dari jenis mesin kecerdasan ini ya. Yang unik adalah, mesin kecerdasan ini bersifat genetis, yang artinya given, alias tidak bisa diubah. Dan mereka yang meletakkan fokus kepada kekuatan mesin kecerdasan yang mereka miliki akan lebih bisa menikmati hidup, karena mereka enjoy dengan apa yang mereka kerjakan.

Tipe Sensing (Rutinitas, Detail)
Orang-orang dengan mesin kecerdasan Sensing memiliki passion dalam pekerjaan yang membutuhkan kedetailan, pekerjaan yang kecil-kecil namun bervolume besar. Orang sensing lebih mudah bekerja apabila ada yang dia tiru, karena ia bekerja berdasarkan konsep ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Jika ia menjadi pebisnis franchise, pebisnis dengan banyak jenis usaha, atau usahanya satu tapi memiliki cabang yang tersebar dimana-mana, maka passionnya akan membumbung tinggi. Orang sensing juga ahli dalam membaca momentum. Contohnya adalah Bapak Chairul Tanjung (CT), beliau menjalankan bisnis sesuai dengan kekuatan mesin kecerdasannya. Bapak CT ahli dalam menagkap momentum, ia paham betul kapan saatnya membeli TransTV, Detik Portal, Carrefour, dan banyak lagi bisnis yang lainnya. Beliau membeli perusahaan bukan dari koceknya pribadi, melainkan memanfaatkan jasa pihak ketiga alias lembaga lain.



Tipe Intuiting (Kreatif)
Orang-orang Intuiting adalah mereka yang berbasiskan kepada kecerdasan indera keenam atau intuisi atau disebut juga dengan Creativity Quotient (CQ). Mereka akan bisa memaksimalkan pekerjaan sesuai dengan passionnya, jika bekerja dengan berfokus pada kreatifitas yang dimilikinya. Orang intuiting sangat cocok ada di belakang layar, dengan ide dan inspirasi yang diberikannya kepada orang yang ada di lapangan.

Tipe Thinking (Analitik)
Orang-orang Thinking memiliki kekuatan pada cara berpikir analitis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Mereka mampu menyistematisasi pekerjaan dengan lebih baik. Contoh orang Thinking adalah Ir.Ciputra. Beliau bekerja sesuai dengan kekuatannya, propertinya tersebar dan meluas, pekerjaannya terkonsep dan tersistematisasi dengan baik.
Hasilnya? Beliau pun menjadi ikon properti Indonesia.

Tipe Feeling (Perasa)
Untuk belahan otak kanan: empatik, cara bekerjanya bersama, terbiasa persuasive, pandai dalam membangun kerja sama, mencari cerita, mengandalkan hubungan, orientasi kerja orang dan hubungan, peran supporter, ekspektasi leading, kunci suksesnya menempang orang.Orang-orang Feeling adalah mereka yang bekerja dengan passion yang mengedepankan emosi dan perasaan atau biasa kita sebut Emotional Quotient (EQ). Cara yang paling tepat dalam belajar dan mengembangkan diri adalah dengan cara mendengarkan, bukan dengan cara membaca. Kelebihannya adalah orang feeling bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang, contohnya adalah Bapak Jamil Azzaini. Kelemahan orang feeling adalah walaupun ia memiliki semangat yang tinggi, ia cenderung senang dimanja dan diperhatikan, mudah tersinggung, dan agak rendah komitmennya terhadap ajarannya, juga lamban dalam beraksi.

Tipe Insting (Damai, Bahagia)
Untuk bagian otak tengah: Altruis, cara bekerjanya spontan, terbiasa responsive, pandai dalam hal-hal yang lebih taktis, mencari ringkas, mengandalkan kesigapan, orientasi kerja peran dan pelibatan, peran partner, ekspektasi contributing, mempelancar hubungan. Orang dengan mesin kecerdasan Insting memiliki kelebihan memperlancar keadaan dan sangat tepat bekerja di lembaga- lembaga yang peduli dengan orang lain.  Contoh realnya adalah Bapak Yusuf Kalla. Lihat saja bagaimana beliau dengan mulusnya menyelesaikan konflik di Poso, Aceh, dan juga kontribusinya ketika menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Orang tipe Insting memang sangat cocok berada di posisi orang kedua.
            Dengan mencontohkan kecerdasan para tokoh-tokoh terkenal di Indonesia. Bapak yang mengajar di beberapa kampus diantaranya UINSA suranaya ini, menyelipkan candaan-candaan andalannya agar anak-anak tidak ngantuk dan terdiam tanpa makna. hehehe

Seluruh Presiden RI Memang Cerdas-Cerdas

Peristiwa yang menimpa Komjen BG mematik banyak reaksi dari publik karena beliau sudah diajukan sebagai calon tunggal Kapolri. Banyak yang menilai Presiden Jokowi melakukan “blunder” dengan mengajukan BG sebagai calon tunggal Kapolri. Namun setelah menyimak sosmed ternyata ada juga yang menilai Jokowi melakukan langkah cerdas dalam penunjukan Komjen BG. Ada yang mengatakan ini strategi yang sangat amat terlalu luar biasa brilian dari Jokowi dan lain sebagainya yang intinya kagum dan takjub dengan kecerdasan dan kepiawaian Jokowi.
Tapi kalau dipikir pikir semua presiden RI emang cerdas-cerdas kok. Pertama Sukarno sebagai proklamator tidak usah lagi dicari bukti kecerdasannya. Kedua Soeharto, buktinya beliau mampu membius bangsa ini selama 32 tahun dan ketika waktunya sudah habis beliau dengan cerdasnya mengundurkan diri sebagai presiden tidak seperti kengototan Bashar Assad di Suriah (yang menimbulkan perang saudara). Sehabis mundur, beliau dan keluarga tetap hidup nyaman tidak diburu buru seperti Marcos misalnya. Tidak ada yang mampu mengutak atik beliau sekeluarga paling tidak sampai sekarang. Ini bukti kecerdasan Soeharto. Ketiga BJ Habibie, sebelum jadi presiden pun beliau memang sudah cerdas. Lepasnya Timor Timur pun kalau dilihat lihat bisa jadi itu bentuk kecerdasan beliau. Daripada repot-repot mengurus Timtim yang selalu jadi komoditas politik di luar negeri mending dilepas saja, habis perkara.
Keempat Abdurrahman Wahid aka Gus Dur. Bisa menjadi presiden mengalahkan calon dari partai pemenang pemilu sudah jadi bukti kecerdasan beliau. Gus Dur juga dikenal dengan sikapnya yang tak kenal kompromi dengan kekuatan politik yang menekannya yang berakibat pada dilengserkannya beliau. Tapi pelengseran tersebut tidak membuat namanya jadi redup, justru sebaliknya dia membuktikan bahwa dia bukan orang yang bisa diatur atur oleh parpol. Kelima Megawati, sebagai presiden wanita pertama tentu itu sudah menggambarkan kecerdasannya. Penjualan kapal tanker dan Indosat banyak dikritik, tapi bisa saja dibilang bahwa itu buah kecerdasan Megawati dalam mencari dana buat pembangunan, Dalam penanganan kasus BLBI kalau dilihat dari sudut pandang tertentu, bisa dibilang Megawati cerdas dalam penyelesaian BLBI dengan menyita aset-aset bank yang bermasalah.Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keberhasilannya mengalahkan petahana dan mantan pendamping dengan telak dalam pilpres sudah menggambarkan kecerdasan beliau. Lho bukannya di jaman SBY banyak koruptor tertangkap?. Nah justru itu letak kehebatan dan kecerdasan beliau. Pada jaman SBY lah pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang bulu. Bayangkan menterinya, orang-orang partainya dan bahkan besan SBY sekalipun sudah merasakan dinginnya penjara akibat korupsi. Itulah bukti kecerdasan beliau dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Belum lagi masalah Perppu Pilkada yang bisa mengantarkan beliau sebagai pembela demorasi. Oh begitu cerdas langkah SBY dalam masalah pilkada ini. Belum lagi sejumlah penghargaan dari luar negeri yang disematkan kepada SBY dan pemerintah RI selama kepemimpinan SBY.
Yang terakhir Jokowi Dodo dikenal akan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan "blusukan" atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. "Blusukan" juga dilakukan untuk menemui langsung warga dan mendengar keluh kesah mereka. Gaya yang unik ini dijuluki The New York Times sebagai "demokrasi jalanan". Jokowi juga dianggap unik dari pemimpin lainnya karena tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada warga dan mendekati mereka bila akan melancarkan suatu program. Namun, gaya ini juga menuai kritik. Misalnya, ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyatakan bahwa "blusukan" hanya menghabiskan waktu dan energi, sementara yang dibutuhkan adalah kebijakan langsung dan bukan sekadar interaksi. Anies Baswedan juga menilai "blusukan" merupakan pencitraan belaka tanpa memberikan solusi.
Selain "blusukan", kepemimpinan Jokowi juga dikenal akan transparansinya. Misalnya, Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama sama-sama mengumumkan jumlah gaji bulanan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada umum. Ia juga memulai sejumlah program yang terkait dengan transparansi seperti online tax, e-budgeting, e-purchasing, dan cash management system. Selain itu, semua rapat dan kegiatan yang dihadiri oleh Jokowi dan Basuki direkam dan diunggah ke akun "Pemprov DKI" di YouTube.
simpulannya untuk menjadi pemimpin apalagi sekelas presiden tentu diperlukan kecerdasan di atas rata-rata orang normal. Kemudian apapun yang dilakukan oleh presiden, bisa jadi bagi pendukung apalagi pemujanya selalu dianggap sebagai kecerdasan dan selalu ada pembenarannya. Itulah bukti terkuat dari kecerdasan presiden di republik ini.

Pola Komunikasi Anda

Kekuatan Anda

THINKING
Sistematis, kuat pada analisis dan logika, problematika solving.

SENSING
ATM, kekuatan pada tampilan materi dan pendukungnya serta pengalaman.

INTUITING
Imajinasinya liar, entrepreneurship, gagasan baru, petualang.

FEELING
Story telling, menyentuh hati, renung, leadership, metode ceramah

THINKING
Bicara konsekuensi focus pada pekerjaan logis

SENSING
Bicara pengalaman focus pada fakta pragmatis

INTUITING
Bicara kemungkinan focus pada solusi imaginatif

FEELING
Bicara perasaan focus pada org bombastis
 
Mengenal Gaya Komunikasi
Sobat, ada tiga gaya komunikasi ketika mereka menyerap informasi atau pengetahuan. Dalam dunia pendidikan modern sekarang dikenal dengan istilah modalitas belajar VAK. Apa itu VAK? VAK adalah Visual, Auiditori, dan Kinestetik.
1.      Tipe Visual: mereka adalah lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan pengelihatan atau visual.
Ciri-ciri orang tipe visual sebagai berikut.
·         Cenderung bernapas pendek-pendek lewat dada, berbicara cepat.
·         Mereka suka menyela pembicaraan orang lain, bergerak cepat, makan cepat, penuh energy, dan berbicara dengan nada tinggi.
·         Penampilan rapid an enak dipandang mata.
·         Mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Berkomunikasi dengan tipe visual, anda harus menvisualisasi keadaan, buat mereka melihat apa yang anda katakana.
Pilihan kata orang-orang visual antara lain:
·         Melihat
·         Memperhatikan
·         Menonton
·         Menunjukkan
·         Memandang
·         Membayangkan
·         Mewarnai
·         Memvisualisasi
·         Penglihatan
·         Sudut Pandang
·         Lihatlah dari sudut pandang saya.
·         Ide Anda kabur
·         Bisa anda bayangkan?
·         Izinkan anda tunjukkan pada anda.
·         Perhatikan benar-benar maka anda akan paham maksud saya.
Petunjuk berdasarkan gerakan mata
·         Tipe Visual
·         Memori Visual: jika anda bertanya orang tipe visual pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya ada di ingatan mereka, anda bisa perhatikan maka mereka bergerak keatas lalu ke kiri. Coba tanyakan apa warna sepeda motornya atau mobilnya? Seperti apakah rumah anda?
·         Kreatif Visual: jika anda bertanya kepada mereka dan mereka tidak siap menjawabnya. Atau dia tidak punyak gambaran yang belum mereka miliki. Coba bayangkan ada kuda yang bertubuh sapid an mempunyai sayap dan terbang.
·         Tanpa Fokus: tidak menggerakkan mata mereka sama sekali. Mereka sepertinya melihat anda, tapi menatap kea rah anda.
2.      Tipe auditori: mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengar atau dengan cara diceritakan atau dijelaskan orang lain.
Ciri-ciri orang tipe auditori:
·         Cenderung bernafas lewat diafragma
·         Lebih suka mendengarkan dari pada berbicara, ketika berbicara menggunakan variasi warna suara.
·         Berkomunikasi dengan tipe auditori, anda harus berbicara pelan dan teratur, ubah-ubah warna suara anda. Jelaskan situasinya dengan detail dan picu diskusi lebih lanjut dengan pertanyaan.
Pilihan kata orang tipe auditiri:
·         Dengar
·         Mendengarkan
·         Mengatakan
·         Kegaduhan
·         Bunyi
·         Bicara
·         Kesunyian
·         Nada
·         Ritme
·         Kedengarannya akrab
·         Kedengarannya itu ide yang bagus
·         Dengarkan, saya punya ide bagus
·         Ada yang ingin saya katakana
·         Mari kita bicarakan tentang pekerjaan baru anda
Petunjuk berdasarkan gerakan mata
Memori auditori: jika kepada tipe auditori anda ajukan pertanyaan yang mereka telah punyai jawabannya, perhatikan mata mereka bergerak ke kiri lalu lurus ke depan. Ingatlah lagu kesukaan anda, ingatlah suara ibu anda.
Kreatif auditori: untuk pertanyaan-pertanyaan yang mereka tidak dapat jawab langsung, tipe auditori akan menggerakkan matanya lurus ke depan lalu bergerak ke kanan. Bayangkan bunyi klakson mobil atau bel rumah anda berbunyi seperti meongan kucing.
Berdialog/selftalk: ketika mereka berdialog dan berbicara dengan diri sendiri maka tipe auditori akan menggerakkan mata ke bawah lalu ke kiri. Coba ingat ingat ucapan anda kepada diri sendiri ketika anda lurus.
3.      Tipe kinestetik: mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan dengan cara melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka.
Ciri-ciri orang tipe kinestetik:
·         Cenderung bernapas dalam dan tenang
·         Lebih mengutamakan perasaan
·         Keputusan yang diambil banyak didasari oleh perasaan dan esmosi.
·         Berkomunikasi dengan tipe ini anda harus bisa membuat mereka “merasakan” apa yang anda katakana.
Pilihan kata orang kinestetik:
·         Merasa
·         Emosi
·         Tenang
·         Frustasi
·         Malu
·         Gugup
·         Kesepian
·         Santai
·         Stress
·         Ide anda benar-benar menyentuh perasaan.
·        Bisakah anda merasakan yang saya rasakan?
·        Saya setuju. Anda sangat emosional.
·        Saya tidak suka berada dibawah tekanan. Saya lebih suka ketenangan.
·        Disini dingin. Apa anda merasakannya?
Gerakan mata tipe kinestetik
·         Jika anda coba tanyakan kepada tipe kinestetik, “apa yang anda rasakan saat anda jatuh cinta?” matanya akan bergerak ke bawah lalu ke kanan saat berupaya mengingat perasaannya ketika itu terjadi.
Karena dengan mengetahui mesin kecerdasan kita dan mengenal gaya komunikasi kita dengan baik hal ini sangat membantu kita dalam menunjang keberhasilan dakwah sehingga kita bisa menyesuaikan dan menggunakan modal dan karunia Allah di atas dengan tepat guna sesuai dengan audiens yang kita hadapi. Pada bab selanjutnya kita akan bahas tentang bagaimana menjadi pembicara dan penulis yang andal menjadi dai yang powerfull.
          Dengan menjelaskan isi di dalam bukunya bapak nasrudin faqih syarif ini juga bercerita tentang pentingnya dalam mengatur sebuah rencana. Pengalaman dari bapak yang berpakaian rapi ini bahwasannya” saya perna mengadakan mengadakan sebua acara dengan menyewa EO yang sudah terpercaya kemudian ditengah tengah acara lampu mati dan EO itu tidak bisa melakukan tugasnya. Kemudian saya memutar otak lalu ketemu dengan cara membawah peserta keluar ruangan dan mengajak merenung. Posisi waktu itu strategi sekali karena dekat dengan sungai dengan memberikan siraman rohani sampai ada yang masuk sungai karena sangking mendalamnya saat renungan tersebut”. Dan sekali lagi bapak faqih mengatakan bahwasannya jika sebuah planning sudah tersusun rapi perlu ada plan A< B< C< sampai plan Z. karena itu salah satu solusi untuk mengatasi sesuatu hal yang terjadi tanpa kita inginkan. Di jam sekitar 02.15WIB bapak berbadan gendut ini menutup perkuliaan dengan membaca doa akhir majelis. 

1 komentar:

  1. Tata bahasa dari penyampaian nya sudah baik, namun untuk alur cerita nya kurang jelas.

    BalasHapus

silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran