Menulis sebuah cerita berbeda dengan menulis
puisi. Berkali-kali aku mencoba belum selembarpun kuhasilkan. Haruskah aku
seperti Prof? membuat karya-karya bagus setelah mengalami
beberapa penyakit, lalu beliau mendapatkan banyak inspirasi dan pengalaman terapi
diri melalui shalat. Antara lain melalui rukuk, sujud minimal 30 detik dan
semua gerakan shalat lainnya. Dua tahun dibutuhkan untuk berkonsultasi dengan
berbagai ahli, dan try out pada berbagai profesi untuk menemukan
kalimat kunci yang singkat dan mudah dihafal, serta penyuguhan substansi
tasawuf dengan bahasa yang paling sederhana. “mimpi diatas satu setengah
kaki”, “bintang dilangit baiturrahman”, dan “Cinta-Mu sebening embun”.
Adalah sebagian hasil tulisan yang telah membuat mata terbelak akan kekaguman
bahasa yang penuh metafora.
Aku
tidak harus sehebat penulis buku-buku terhebat itu. Aku hanya ingin membuat
suatu karya yang bisa mempertemukanku dengan orang-orang hebat dengan cara yang
berbeda. Ada dalam pikirankun untuk menuliskan sebuah kisah. Kurasa kisah hidup
yang sangat berharga untuk diceritakan. Selama ini aku termenung untuk
mengkorek-korek pikiran agar ide-ide yang terdapat di pusat imajinasiku keluar
dan menghasilkan sebuah susunan kalimat penuh dengan metafora kata yang indah
di bacanya. Entah mengapa harus seperti itu. Tahukah sobat, kenapa dengan
menulis aku selalu lebih banyak sendiri dan mengarang-ngarang cerita yang
awalnya bagus akan tetapi di akhir cerita selalu rada tidak nyambung dengan
pembukanya. Hal itu membuatku berpikir beberapa-kali untuk menyempurnakan
cerita tersebut dengan menggunakan kalimat nyambung dan sepada untuk meneruskan
ceritanya.
Akhirnya
saat kucoba menuangkan kata perkata kedalam tulisanku saat itu, seolah aku
kehilangan minat untuk melanjutkannya. Mungkin sudah terlalu bosan. Semua kata
yang sudah kususun akhirnya terhenti dan tak tahu selanjutnya mesti di perbaiki
seperti apa lagi. Menulis ternyata tak semudah aku bayangkan yang hanya menulis
tanpa alur ceritanya. Nyatanya menulis itu perlu di perhatikan penyusun
kalimatnya benar apa salah. Bahasanya juga harus menarik perhatian si pembaca.
Tidak hanyak menarik akan tetapi juga ada manfaatnya untuk si pembaca atau
sebagai tempat salah satu dari sekian cara metode penyampaian dakwah yakni
dengan menulis. Karena dengan tulisan kita dapat mengeksplorasi pikiran kita
dan berdakwah kepada si pembaca agar paham dan mengerti.
Aku
mulai mencoba mengutak atik cerita itu. Kalimat perkalimat kususuri dan
kupandangi jika ada kata yang kurang cocok langsung kuhapus dan kuganti dengan
kata-kata metafora yang indah dan memikat sipembaca agar tertarik dengan
cerita-cerita indahku ini. Tak terasa matahari mulai tenggelam, sinarnya yang
tadinya begitu panas dan menyilaukan akan segera bergantian dengan rembulan
yang selalu memancarkan cahayanya di setiap malam dan berdambingan dengan
kemilau kelap kelip cahaya bintang yang berhamburan menghiasi malam di seluruh
langit alam jagat raya ini. Hari-hari tak akan terlewatkan dari pijarnya yang
menerangi bumi. Bergelap gelip lampu neon di jalanan di saat malam tiba.
Semburan pancaran matahari telah sembunyi dan baru akan muncul esok pagi hari.
Berjam-jam
sudah kulewati dan kucoba untuk mengukir dikit demi sedikit tulisan di atas
kertas putih. Aku mencoba dan terus mencoba, tapi rasanya seperti sulit untuk
mengembangkan cerita ini. Seakan-akan aku sudah kehilangan stok kata-kata yang
sudah kusimpan didalam memori kecilku. Tapi aku tak ingin menyerah begitu saja.
Orang yang bisa mengajariku banyak teori tentunya pak Prof Ali Aziz dan Pak
Nasrudin Faqih Syarif. Dosen yang sudah beberapa bulan berkutat dengan mata
kulia Tehnik Khitobah 2.
Didalam
kehidupan itu bagaikan roda yang selalu berputar. Hidup di dunia ini ibarat
bersandiwara yang dimana sutradaranya adalah Allah. Kita melakukan ini itukan
karena perintah seorang sutradara. Yang bermain sandiwara bagus akan
mendapatkan imbalan yang indah dari Allah yakni Surga Akhirat, dan jika dalam
bermain sandiwara jelek maka imbalannya akan mendapatkan Neraka.oleh karena
itu, bersandiwaralah dengan keikhlasan hati dan kesabaran agar kelak Allah akan
memberikan imbalan sesuai dengan apa yang kamu perbuatan.
Didalam Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi,Nasa’i dan
Ahmad di jelaskan:
عَنْ أبِى هُرَيْرَة(ر)أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ:إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُولَهُ(رواه ابو داود)
“Apabila seorang manusia meninggal maka
putuslahamalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat
sesudahnyaatau anak yang shalih yang mendo’akannya”. Golongan pengingkar
berkata: Kata-kata ingata’aamaluhu (putus amalnya) pada hadits tersebut
menunjukkan bahwa amalan-amalanapapun kecuali yang tiga itu tidak akan sampai
pahalanya kepada mayyit
Pada
suatu ketika itu juga dengan cuaca yang sedikit ekstrim. Kepulan awan hitam
menggulung-gulung di kawasan Surabaya dan sekitar. Serasa ingin kucoba untuk
menghentika sementara, akan tetapi apa daya tangan tak sampai. Aku bukanlah
seorang nabi yang bisa menghentikan hujan dengan hentakan tongkat nabi musa
yang bisa membela sungai menjadi dua. Dan juga bukanlah doraemon yang bisa
memutar waktu setiap saat dengan alat yang dimiliki dalam kantong ajaibnya.
Mendung yang semulanya menjadi gelap pun mulai mendekati samar-samar
seakan-akan gumpalan awan hitam itu terbawah dengan arus angin yang begitu
kencang saat itu. berubah menjadi agak terang cuaca hari ini, dikit demi
sedikit awan berubah menjadi abu-abu pudar dan di selimuti dengan sedikit
grimis. Sayapun mulai beranjak berangkat dengan bersama teman saya yang agak
kuras, tapi memang kurus anaknya. Kuberjalan bersama-sama dengan teman saya
menyusuri jalan dan gang-gang kecil yang terdapat di belakang kampus UINSA
Surabaya.
Sesampai
di kampus, di gang belakang kampus saya dan teman saya yang berkerudung merah
mengantri untuk masuk. Karena pintu masuk yang berukuran satu meter hanya
terbuka setengah meter dan hanya satu orang yang muat untuk masuk. Oleh karena
itu harus bergantian satu persatu untuk masuk. Dan saat ini giliran saya dan
teman karib saya giliran masuk ke dalam halaman kampus dan setelah itu kelirin
yang keluar dari hari halaman kampus sampai selanjutnya bergantian sedemikian
pula.
Jalan
demi jalanan kususuri dari krumanan anak-anak sampai menuju ke lorong sepi.
Lalu kulangkahkan kakiku memasuki kelas kudapati didalamnya hanya 3-4
teman-teman. Dengan pelahan kakiku menyusuri lantai berkeramik putih ini menuju
kursi bercat coklat tua deretan nomor dua dari depan. Saya duduk tepat di belakang
teman saya ber kerung pink. Kelas yang
begitu sunyi redup, hanya terbantu cahaya matahari dari cela-cela jendela yang
berukuran 1x2 meter. Tidak cukup banyak membantu penerangan dalam kelas yang
luasnya sekitar 6x7 meter. Fasilitas 4 lampu didalam kelas dimatikan.”tak tik
tok.” Suara getara jalannya trisno kosma wijaya memasuki kelas. Temanku yang
gendut cenderung besar. Baju yang basa karena kehujanan dengan tergesa dia
mulai mencari tempat duduk.
Hitungan
beberapa menit dosen pun memasuki kelas beserta membawah temannya yang
kemungkinan hari ini akan mengisi perkulian Tehnik Khitobah 2. Seorang bapak
yang membawah notebook dengan berbalut tempatnya yang bewarna biru tua membuka
perkuliaan dan mengatakan bahwa kulia hari ini akan di isi oleh bapak ADDIN CHADIRI seorang pensiunan dari presenter Tv TVRI. Setelah berbasa basi sekitar
2-3 menit pak addin mengeluarkan map merah plastic dari tas tangannya yang
bewarna hitam lalu dikeluarkannya kertas prin materi hari ini dan dijelaskan
kepada kita. Bapak berkaca mata ini mengatakan: “saya agak grogi kalau di lihat
oleh prof ali saat menjelaskan”. Bapak berpaikaiaan rapi itu menyahuti, “saya
juga mau ada perlu pak, saya keluar dulu pak. Monggo di lanjutkan penjelasnya”.
Kemudian pak addin memerintahan berbaris melingkar karena suara bapak
berpakaian rapi ini serak dan masih seperti dulu saat satu kelas retorika
datang kerumah bapaknya untuk berdoa bersama agar suaranya sembuh dan juga
mendapatkan ilmu sebagai presenter yang baik dari bapak yang berkacamata ini.
Pada
saat itu seorang teman laki-laki berbaju biru sedang membawah salon buat
perkulian hari ini untuk membantu bapak addin menjelaskan agar tidak terlalu
ngotot untuk menghasilkan suara yang keras. Dan setelah itu bapaknya tak perlu
ngotot untuk mengeluarkan suara kerasnya. Bercerita dan terus bercerita sambil
menjelaskan presenter yang bagus itu harus seperti ini daini itu.
Suatu
hari bapak berkaca mata ini disuruh untuk mencari presenter yang kualitasnya
bagus. Karena bapak ini kenal dengan seorang penyiar radio yang suaranya sudah
pantas untuk menjadi presenter. Dibawahnya wanita itu ke sebuah tv untuk
melakukan wawancara dan tes presenter. Karena hanya wajah yang kurang menarik
akhirnya wanita penyiar elfiktor ini tidak lolos jadi presenter di sebuah tv
tersebut. Dan saat itu juga bapak separuh baya ini mencari lagi wanita, lebih
cantik tapi suaranya sengau atau berbicara menggunakan nafas hidung bukan
diafrag. Anehnya, wanita itulah yang di pakai menjadi presenter di tv tersebut.
Hanya modal cantik, body bagus, kamera face itu saja sudah masuk kedalam
kriteria atau syarat sebagai seorang presenter. Lebih parahnya suaranya sengau.
Padahal bapak berkemeja putih ini sudah mengingatkan bahwasannya suara wanita
yang berasal dari bojonegoro ini suaranya sengau, hanya saja tampilannya saja
bagus. Tetapi pihak tv itu lebih memilih yang paras canti tapi suaranya sengau.
Bukan kualitas presenter yang bagus tapi fisik di wajahnya kurang mendukung. “Seorang
presenter itu harus cantik dan memiliki vocal yang bagus agar tidak menimbulkan
persepsi”. Ujar sang dosen
Tetapi
kembali kepersoalan yang lain bahwasannya seseorang di diboardcast itu
menggunakan wewenangannya tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. Apakah layak
di gunakan atau tidak. Meskipun saya pensiunan dari TVRI dan tidak memiliki
kekuasaan, saya sudah mencarikan presenter yang suaranya bagus, familiar dan
komunikatif tapi “sayang wajahnya radah boros hidungnya” disaat bapak
adin berkata seperti itu anak-anak seisi kelas mulai ramai dengan saling
mengejek satu sama lain. Kelas yang berukuran kurang lebih 6x7 meter itu yang
di isi hanya 12 mahasiswa saja. Kemudian bapak pensiunan presenter TVRI ini
berkata:”Paham ya, kondisi seperti ini merupakan persyaratan persyaratan untuk
mengikuti seleksi sebagai presenter yang bagus”. Dengan nada yang Agak begitu
kecewanya bapak adin kepada kepala produser TVRI memilih kuwalitas presenter
yang hanya berdasarkan kecantikan saja tapi vokalnya kurang memadai, kurang
komunikatif dan kurang familiyar.
Disini
bapaknya menjelaskan bagaimana mengoptimalkan suara penyiar radio, penyiar tv
dan mc. Diantaranya:
ASUMSI DASAR
Tak akan pernah ada dua orang yang dapat
menuturkan satu suara atau bunyi bahasa secara sama persis. Perbedaan itu
terjadi oleh beberapa hal : bahasa lokal yang berkembang di sekitar penuturnya,
lingkungan sosialnya (pendidikan, pekerjaan, atau aktivitas) dan kelebihan atau
kekurangan seseorang dalam bertutur. Untuk mencapai maksud kebahasaan diperlukan
adanya standar penuturan. Standar itu sangat berguna bagi masyarakat dalam hal:
- kemudahan menuturkan, kemudahan berkomunikasi
- membedakan setiap tuturan yang bersifat lokal
- menyesuaikan diri.
Tidak semua standar penuturan dapat
diberlakukan di semua wilayah. Karenanya, standar pengucapan kedaerahan akan
tetap ada, sementara itu standar nasional terus diupayakan untuk dapat semakin
dapat digunakan menjadi pegangan. Berbahasa Internasional atau berbahasa
IndonesIa dengan penuturan daerah tertentu tidak ditabukan. Namun, bagi seorang
penyiar radio dan televisi atau seorang pembawa acara (MC, Master of Ceremony)
hal itu akan tidak menghasilkan komunikasi secara cepat, baik dan benar.
Dikatakan oleh bapak yang berkacamata ini bahwa, Pada diri orang per orang manusia terdapat gaya penuturan yang
sifatnya sangat Individual. Ada yang sangat kalem, sedang-sedang saja atau yang
terkesan berteriak. Ada yang sangat terdengar akrab dan lembut, tapi ada pula
yang mirip pidato formal. Pengetahuan yang mempelajari tuturan
itu dikenal sebagai fonetik, yang intinya merupakan pemahaman ke arah cara
penuturan bunyi bahasa secara tepat, baik dan benar. Dalam hal-hal tertentu
akan dibicarakan standar-standar baku. Tetapi harus diingat standar penuturan
bukan standar gaya pengungkapan. Karena gaya merupakan kekayaan dan pesona
pribadi seseorang dalam bertutur kata. Dalam dunia kepenyiaran dan pembawa
acara hal itu merupakan keunggulan dan daya tarik, yang secara singkat bisa
disebut 'personality'.
TUTURAN : BAIK DAN JELEK
Dapat bertutur dengan baik menjadi syarat utama
bagi seorang penyiar dan pembawa acara. Yang menjadi pernyataan : bagaimana
tuturan yang baik Itu? Dan kebalikannya, yang jelek itu seperti apa? Tuturan yang baik merupakan cara berbicara
seseorang yang terdengar jelas dan dapat dimengerti bagi kebanyakan orang.
Dengan begitu, maka tuturan yang sulit dimengerti oleh khalayak merupakan
tuturan yang jelek. Ketidak mengertian itu bisa ditimbulkan oleh :
- komat-kamit yang menghasilkan tuturan seperti
omelan
- Ketidak tepatan menyuarakan bunyi bahasa
tertentu.
Tuturan yang baik juga terkait dengan cara
seseorang yang mencoba untuk merubah aksen tuturan agar dapat dengan aksen
tutur khalayaknya. Lewat pendekatan ini biasanya seseorang penutur berhasil
berkomunikasi. Tetapi, bila aksen tutur antara pembicara dengan pendengarnya
sudah sama, namun si penutur mencoba berkomunikasi dengan perubahan-perubahan
yang dipaksakan maka tuturan itu jelek juga adanya. Demikian halnya dengan
dialek. Secara hakiki dialek bisa bermuka dua: baik dan jelek, tidak mudah bagi
seseorang penyiar atau pembawa acara untuk tampil dengan dialek tertentu secara
tepat. Yang seringkali terdengar malah kesan lucunya. Jadi untuk menciptakan
suasana humoris dialek bisa dimanfaatkan. Dalam hal penampilan yang formal
seseorang hams benar-benar mampu bertutur dengan aneka dialek secara benar,
apabila memang khalayaknya menuntut standar penuturan dialek tertentu. Tuturan alami seringkali tak sejalan dengan
tuturan standar. Dalam hal sepertI ini baik buruknya penuturan sangat
bergantung kepada khalayak pendengarnya.
Selain jelas dan dapat dimengerti, tuturan yang
baik dari penyiar radio atau televisi dan pembawa acara harus enak didengar.
Karena enak tidaknya tuturan seseorang sangat bergantung kepada modal suara
yang dimilikinya, maka secara material tak dapat diajarkan. Tambahan lagi, enak
atau tidaknya penuturan bersifat subyektif. Apa yang dikatak enak oleh
seseorang bisa saja dianggap tak enak oleh laInnya. Yang dapat dilatihkan adalah pemilihan standar
penyuaraan dan gaya penyajiannya. Penggabungan ke dua aspek ini bukan tidak
mungkin akan melahirkan tuturan yang nyaman bagi indera pendengar atau
pemirsanya.
ALAT PERNAFASAN
Terdiri atas :
1. Pharynx atau hulu kerongkongan
2. Larynx atau pangkal tenggorokkan
3. Trachea atau batang tenggorok
4. Lungs atau paru-paru
5. BronchIal passages atau lIntasan tenggorok
6. DIapraghm atau dIafrakma,
Sekat rongga badan antara dada dan perut.
Alat-alat
pernafasan ini merupakan penggerak utama untuk lahirnya bunyi-bunyi bahasa.
Dari sinilah sistem kendali dasar itu dimiliki oleh manusia. Masuknya udara (CO2) ke paru- paru
merupakan kegiatan rutin di tubuh manusia. Demikian juga ketika (O2)
dikeluarkan sebagai proses berikutnya. Pada tuntunan penyuaraan bunyi bahasa dituntut adanya
perlakuan tertentu. Apalagi bila penyuaraan itu terkait dengan dunia siaran
atau pembawa cara. Pernafasan dengan di atrakma &
merupakan cara yang dianjurkan untuk penyiar dan pembawa acara. Karena
pernafasan dada akan menghasilkan bunyi-bunyi desah yang mengganggu.
Selain
itu diperlukan posisi yang tepat agar seseorang dapat melakukan pernafasan
diafrakma secara leluasa. Apabila dilakukan dengan berdiri, maka posisi
punggung harus diupayakan tetap lurus. Tidak membungkuk dan tidak pula
mendongak. Posisi kaki tidak perlu harus benar-banar tegak, bisa sedikit
dikendurkan dengan menekukkan bagian lutut secara santai. Untuk siaran yang
dilakukan dengan duduk posisi punggungnya tetap sama, namun upayakan kaki tidak
tumpang tindih.
David
Blair McClosky seseorang penulis populer dan juga pakar terapi suara yang
mengarahkan penampilan suara presiden Kennedy, Presiden Johnson serta penyiar
kondang Curt Gowdy serta bintang film Al Pacino menuturkan pentingnya postur
tubuh waktu menyuarakan sesuatu. Posture
is the most important element In voice. Diperlukan latihan terus-menerus untuk
membiasakan diri bernafas dengan diafrakma. Karena hal ini akan memperlancar
pekerjaan seseorang penyiar dalam mengatur nafas, sekaligus menghindarkan diri
dari kemungkinan gangguan penuturan.
I.
PROBLEMATIKA SUARA
Dalam menyarakan sesuatu para penyiar radio
atau televisi dan pembawa acara seringkali dihadapkan pada 3 persoalan :
I.
Problematika Kualitas Suara
Penyiar atau pembawa acara musti
berkarakter suaranya. Sudah semestinya karakter itu merupakan suara yang tetap
enak didengar. Suara-suara yang lalu terdengar kurang nyaman selalu ada
penyebabnya, bila saja penyebabnya sudah diketahui maka perlu dicari jalan
keluarnya.
a. Suara parau
Bila
tak biasanya suara parau ini terdengar, maka penyebabnya ada 2 :
- Gejala gangguan pada alat
ucap, perlu pemeriksaan medis
- Pengucapan
suara yang berlebih-lebihan, misalnya berteriak berkepanjangan. Akibatnya
beberapa alat ucap menjadi tertekan sehingga tidak menghasilkan bunyi baliasa
yang enak. Untuk mengatasinya diperlukan istirahat.
b. Suara tipis
Suara tipis yang terdengar lemah
biasanya disebabkan oleh mekanisme penyuaraan yang belum benar. Cara
mengatasinya dengan pembiasaan penyuaraan secara kuat (bukan berteriak) secara
terus menerus. Kuat lemahnya suara ditentukan oleh pemanfaatan resonansi bunyi
di mulut. Karenanya olah alat ucap mutlak diperlukan. Cobalah mengukur
kelemahan suara dengan jalan menutup hidung.kuat-kuat lalu mencoba menuturkan
sesuatu secara kuat-kuat.karena, bisa jadi gangguan itu terjadi pada saluran
pemapasan di hidung.
c. Suara pecah
Bayangkan seseorang yang bertutur
dengan amat sangat lamban. Yang terjadi suaranya bakal pecah. Bahkan seringkali
terdengar tanpa kesan apa-apa. Dan tidak bermelodi sama sekali. Jalan keluarnya
harus dimulai dengan teknik pernapasan yang benar, penuturan dalam tempo yang
makin dipercepat dan ditargetkan untuk kesan tertentu.
Kemudian
satu persatu anak-anak disuruh mempraktekkan sebagai presenter dan pak adin pun
yang mengkritisinya. Karena setiap anak-anak memiliki karakteristik yang
berbeda-beda dan juga jangan terlalu konfiden karena dapat menjadi lupa saat
praktek. Terlalu percaya diri akhirnya di depan saat berbicara dia lupa akan
apa yang mau di sampaiknan kepada audience nya. Tak lama prof ali aziz memasuki
kelas lagi dan juga mengikuti menyaksikan anak-anak yang tampil satu persatu.
Pak
addin menjelaskan lagi bahwasannya host di tv-tv itu kebanyakan selebriti dan
notabetnya bukan berangkat dari belajar dikampus, di tempat kursus dan
lainsebagainnya. Akan tetapi belajar langsung performance contohnya saja tiga
semprul itu, andika, narji dan gading. Host dengan nyanyi itu terkait
keindahannya. Dalam penyampaikan yakni mencari yang paling efektif dengan menarik
disetiap kalimat terakhir.
Pesan
dari bapak addin untuk menjadi presenter yang efektif yakni:
a.
Berbicara
A-I-U-E-O
b.
Berbicara yang
keras, berteriak di pantai itu bagus tempat yang bagus yakni di tanjung kodok
c.
Harus
pandai-pandai menyiasaati mikrofon dan harus punyak kepekaan yang tinggih.
d.
Mengetahui
karakteristik mikrofon
e.
Menyampaikan
dengan percaya diri jika menjelaskan sesuatu yang sedih dan senang.
f.
Harus punyak
banyak referensi
Akhirnya
perkulian hari ini selesai dan di akhiri dengan doa akhiru majelis.
Ada sebuah contoh 5 presenter Indonesia
dengan bayaran termahal –
Belakangan ini banyak sekali acara-acara baru yang disajikan oleh media
terutama televisi yang bermunculan. Seiring dengan banyakanya acara tv tersebut
maka semakin banya pula pembawa acara atau presenter yang dibayar untuk
membawakan acara-acara tersebut. Biasanya para presenter adalah berasal dari
kalangan artis karena lebih familiar dengan masyarakat dan lebih dikenal luas
oleh masyarakat dengan harapan acara yang akan dibawakan artis tersebut akan
sukses. Oleh karena itu tak jarang presenter mendapatkan bayaran mahal untuk
sebuah acara. Tahukah anda presenter dengan bayaran termahal saat ini ? Berikut
adalah 5 presenter dengan bayaran termahal saat ini
Berikut nama-nama presenter dengan bayaran mahal :
Olga Syahputra
Olga syahputra adalah presenter yang sudah lama terjun di bidang
infotaiment, namanya yang sudah dikenal banyak masyarakat ini dikarenakan sifat
olga yang sangat humoris dan mudah bergaul pada siapapun. Presenter kondang ini
sering wara-wiri di semua stasiun televisi, apalagi sewaktu di bulan ramadhan
maka olga harus sampai rela bekerja lembur selama sebulan dengan waktu
istirahat yang sangat minim. Dikabarkan honor olga sekali tayang bisa mencapai
90 juta. Namun sekarang olga jarang tampil di layar kaca karena harus dirawat
di singapura akibat sakitnya yang belum kunjung sembuh.
Raffi Ahmad
Artis, penyanyi dan juga sebagai presenter yang pernah tertangkap
karena dugaan penggunaan narkoba ini dikabarkan mendapat honor yang cukup besar
saat menjadi host di acara dahsyat di RCTI, diperkirakan dalam sekali tampil
sebagai presenter Raffi ahmad mendapat bayaran mencapai 50 juta. Maka jika itu
benar, tak dipungkiri Raffi ahmad dapat mengoleksi mobil-mobil mewah yang
harganya mencapai milyaran rupiah. Namun selain aktif sebagai presenter Raffi
ahmad juga pernah mencoba merilis album yang pernah meledak di pasaran dan pernah
juga membintangi beberapa judul sinetron
Uya Kuya
Belakangan ini mungkin anda sering melihat Uya kuya tampil sebagai
presenter di berbagai acara televisi dalam acara yang menggunakan aksi Uya kuya
yang menghipnotis orang, gara-gara penampilan uya kuya yang sukses membawakan
acara ini semakin banyak pula tawaran-tawaran yang meminta uya kuya menjadi
presenter. Seiring dengan meningkatnya tawaran maka honor yang didapatkan uya
kuya pun juga semakin banyak yaitu bisa mencapai 40 juta sekali tayang.
Oky Lukman
Oky lukman adalah presenter kocak yang sudah malang melintang di
dunia presenter, karir yang berawal dari lenong bocah bersama indra bekti yang
juga teman seperjuangannya. Bahkan dilansir dari Kapanlagi.com Oky lukman
pernah dinobatkan sebagai presenter wanita dengan bayaran termahal.
Diperkirakan honor yang diterima Oky lukman sekali tayang bisa mencapai 50
juta.
Tukul Arwana
Tukul arwana sempat fenomenal karena perannya sebagai presenter
dalam acara bukan empat mata yang ditayangkan di Transt TV yang mengundang
gelak tawa penonton karena candaan-candaan dan banyolanya yang fresh dan lain
dengan yang lain. Acara yang berlangsung hanya sekitar 2 jam ini Tukul arwana
mendapat honor sekitar 35 juta sekali tayang.
Nah itulah tadi 5 presenter dengan bayaran termahal versi
Sebaiknya Anda Tahu, mungkin dengan bermunculannya presenter-presenter baru
yang lebih professional akan dapat meramaikan persaingan di layar kaca
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran