Senin, 27 April 2015

Impian TerindahKu

Menulis sebuah cerita berbeda dengan menulis puisi. Berkali-kali aku mencoba belum selembarpun kuhasilkan. Haruskah aku seperti Prof? membuat karya-karya bagus setelah mengalami beberapa penyakit, lalu beliau mendapatkan banyak inspirasi dan pengalaman terapi diri melalui shalat. Antara lain melalui rukuk, sujud minimal 30 detik dan semua gerakan shalat lainnya. Dua tahun dibutuhkan untuk berkonsultasi dengan berbagai ahli, dan try out pada berbagai profesi untuk menemukan kalimat kunci yang singkat dan mudah dihafal, serta penyuguhan substansi tasawuf dengan bahasa yang paling sederhana. “mimpi diatas satu setengah kaki”, “bintang dilangit baiturrahman”, dan “Cinta-Mu sebening embun”. Adalah sebagian hasil tulisan yang telah membuat mata terbelak akan kekaguman bahasa yang penuh metafora.
Aku tidak harus sehebat penulis buku-buku terhebat itu. Aku hanya ingin membuat suatu karya yang bisa mempertemukanku dengan orang-orang hebat dengan cara yang berbeda. Ada dalam pikirankun untuk menuliskan sebuah kisah. Kurasa kisah hidup yang sangat berharga untuk diceritakan. Selama ini aku termenung untuk mengkorek-korek pikiran agar ide-ide yang terdapat di pusat imajinasiku keluar dan menghasilkan sebuah susunan kalimat penuh dengan metafora kata yang indah di bacanya. Entah mengapa harus seperti itu. Tahukah sobat, kenapa dengan menulis aku selalu lebih banyak sendiri dan mengarang-ngarang cerita yang awalnya bagus akan tetapi di akhir cerita selalu rada tidak nyambung dengan pembukanya. Hal itu membuatku berpikir beberapa-kali untuk menyempurnakan cerita tersebut dengan menggunakan kalimat nyambung dan sepada untuk meneruskan ceritanya.
Akhirnya saat kucoba menuangkan kata perkata kedalam tulisanku saat itu, seolah aku kehilangan minat untuk melanjutkannya. Mungkin sudah terlalu bosan. Semua kata yang sudah kususun akhirnya terhenti dan tak tahu selanjutnya mesti di perbaiki seperti apa lagi. Menulis ternyata tak semudah aku bayangkan yang hanya menulis tanpa alur ceritanya. Nyatanya menulis itu perlu di perhatikan penyusun kalimatnya benar apa salah. Bahasanya juga harus menarik perhatian si pembaca. Tidak hanyak menarik akan tetapi juga ada manfaatnya untuk si pembaca atau sebagai tempat salah satu dari sekian cara metode penyampaian dakwah yakni dengan menulis. Karena dengan tulisan kita dapat mengeksplorasi pikiran kita dan berdakwah kepada si pembaca agar paham dan mengerti.
Aku mulai mencoba mengutak atik cerita itu. Kalimat perkalimat kususuri dan kupandangi jika ada kata yang kurang cocok langsung kuhapus dan kuganti dengan kata-kata metafora yang indah dan memikat sipembaca agar tertarik dengan cerita-cerita indahku ini. Tak terasa matahari mulai tenggelam, sinarnya yang tadinya begitu panas dan menyilaukan akan segera bergantian dengan rembulan yang selalu memancarkan cahayanya di setiap malam dan berdambingan dengan kemilau kelap kelip cahaya bintang yang berhamburan menghiasi malam di seluruh langit alam jagat raya ini. Hari-hari tak akan terlewatkan dari pijarnya yang menerangi bumi. Bergelap gelip lampu neon di jalanan di saat malam tiba. Semburan pancaran matahari telah sembunyi dan baru akan muncul esok pagi hari.
Berjam-jam sudah kulewati dan kucoba untuk mengukir dikit demi sedikit tulisan di atas kertas putih. Aku mencoba dan terus mencoba, tapi rasanya seperti sulit untuk mengembangkan cerita ini. Seakan-akan aku sudah kehilangan stok kata-kata yang sudah kusimpan didalam memori kecilku. Tapi aku tak ingin menyerah begitu saja. Orang yang bisa mengajariku banyak teori tentunya pak Prof Ali Aziz dan Pak Nasrudin Faqih Syarif. Dosen yang sudah beberapa bulan berkutat dengan mata kulia Tehnik Khitobah 2.
Didalam kehidupan itu bagaikan roda yang selalu berputar. Hidup di dunia ini ibarat bersandiwara yang dimana sutradaranya adalah Allah. Kita melakukan ini itukan karena perintah seorang sutradara. Yang bermain sandiwara bagus akan mendapatkan imbalan yang indah dari Allah yakni Surga Akhirat, dan jika dalam bermain sandiwara jelek maka imbalannya akan mendapatkan Neraka.oleh karena itu, bersandiwaralah dengan keikhlasan hati dan kesabaran agar kelak Allah akan memberikan imbalan sesuai dengan apa yang kamu perbuatan.
Didalam Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi,Nasa’i dan Ahmad di jelaskan:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة(ر)أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ:إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ(رواه ابو داود)
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslahamalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnyaatau anak yang shalih yang mendo’akannya”. Golongan pengingkar berkata: Kata-kata ingata’aamaluhu (putus amalnya) pada hadits tersebut menunjukkan bahwa amalan-amalanapapun kecuali yang tiga itu tidak akan sampai pahalanya kepada mayyit 
Pada suatu ketika itu juga dengan cuaca yang sedikit ekstrim. Kepulan awan hitam menggulung-gulung di kawasan Surabaya dan sekitar. Serasa ingin kucoba untuk menghentika sementara, akan tetapi apa daya tangan tak sampai. Aku bukanlah seorang nabi yang bisa menghentikan hujan dengan hentakan tongkat nabi musa yang bisa membela sungai menjadi dua. Dan juga bukanlah doraemon yang bisa memutar waktu setiap saat dengan alat yang dimiliki dalam kantong ajaibnya. Mendung yang semulanya menjadi gelap pun mulai mendekati samar-samar seakan-akan gumpalan awan hitam itu terbawah dengan arus angin yang begitu kencang saat itu. berubah menjadi agak terang cuaca hari ini, dikit demi sedikit awan berubah menjadi abu-abu pudar dan di selimuti dengan sedikit grimis. Sayapun mulai beranjak berangkat dengan bersama teman saya yang agak kuras, tapi memang kurus anaknya. Kuberjalan bersama-sama dengan teman saya menyusuri jalan dan gang-gang kecil yang terdapat di belakang kampus UINSA Surabaya.
Sesampai di kampus, di gang belakang kampus saya dan teman saya yang berkerudung merah mengantri untuk masuk. Karena pintu masuk yang berukuran satu meter hanya terbuka setengah meter dan hanya satu orang yang muat untuk masuk. Oleh karena itu harus bergantian satu persatu untuk masuk. Dan saat ini giliran saya dan teman karib saya giliran masuk ke dalam halaman kampus dan setelah itu kelirin yang keluar dari hari halaman kampus sampai selanjutnya bergantian sedemikian pula.
Jalan demi jalanan kususuri dari krumanan anak-anak sampai menuju ke lorong sepi. Lalu kulangkahkan kakiku memasuki kelas kudapati didalamnya hanya 3-4 teman-teman. Dengan pelahan kakiku menyusuri lantai berkeramik putih ini menuju kursi bercat coklat tua deretan nomor dua dari depan. Saya duduk tepat di belakang teman saya ber kerung pink.  Kelas yang begitu sunyi redup, hanya terbantu cahaya matahari dari cela-cela jendela yang berukuran 1x2 meter. Tidak cukup banyak membantu penerangan dalam kelas yang luasnya sekitar 6x7 meter. Fasilitas 4 lampu didalam kelas dimatikan.”tak tik tok.” Suara getara jalannya trisno kosma wijaya memasuki kelas. Temanku yang gendut cenderung besar. Baju yang basa karena kehujanan dengan tergesa dia mulai mencari tempat duduk.
Hitungan beberapa menit dosen pun memasuki kelas beserta membawah temannya yang kemungkinan hari ini akan mengisi perkulian Tehnik Khitobah 2. Seorang bapak yang membawah notebook dengan berbalut tempatnya yang bewarna biru tua membuka perkuliaan dan mengatakan bahwa kulia hari ini akan di isi oleh bapak ADDIN CHADIRI seorang pensiunan dari presenter Tv TVRI. Setelah berbasa basi sekitar 2-3 menit pak addin mengeluarkan map merah plastic dari tas tangannya yang bewarna hitam lalu dikeluarkannya kertas prin materi hari ini dan dijelaskan kepada kita. Bapak berkaca mata ini mengatakan: “saya agak grogi kalau di lihat oleh prof ali saat menjelaskan”. Bapak berpaikaiaan rapi itu menyahuti, “saya juga mau ada perlu pak, saya keluar dulu pak. Monggo di lanjutkan penjelasnya”. Kemudian pak addin memerintahan berbaris melingkar karena suara bapak berpakaian rapi ini serak dan masih seperti dulu saat satu kelas retorika datang kerumah bapaknya untuk berdoa bersama agar suaranya sembuh dan juga mendapatkan ilmu sebagai presenter yang baik dari bapak yang berkacamata ini.
Pada saat itu seorang teman laki-laki berbaju biru sedang membawah salon buat perkulian hari ini untuk membantu bapak addin menjelaskan agar tidak terlalu ngotot untuk menghasilkan suara yang keras. Dan setelah itu bapaknya tak perlu ngotot untuk mengeluarkan suara kerasnya. Bercerita dan terus bercerita sambil menjelaskan presenter yang bagus itu harus seperti ini daini itu.
Suatu hari bapak berkaca mata ini disuruh untuk mencari presenter yang kualitasnya bagus. Karena bapak ini kenal dengan seorang penyiar radio yang suaranya sudah pantas untuk menjadi presenter. Dibawahnya wanita itu ke sebuah tv untuk melakukan wawancara dan tes presenter. Karena hanya wajah yang kurang menarik akhirnya wanita penyiar elfiktor ini tidak lolos jadi presenter di sebuah tv tersebut. Dan saat itu juga bapak separuh baya ini mencari lagi wanita, lebih cantik tapi suaranya sengau atau berbicara menggunakan nafas hidung bukan diafrag. Anehnya, wanita itulah yang di pakai menjadi presenter di tv tersebut. Hanya modal cantik, body bagus, kamera face itu saja sudah masuk kedalam kriteria atau syarat sebagai seorang presenter. Lebih parahnya suaranya sengau. Padahal bapak berkemeja putih ini sudah mengingatkan bahwasannya suara wanita yang berasal dari bojonegoro ini suaranya sengau, hanya saja tampilannya saja bagus. Tetapi pihak tv itu lebih memilih yang paras canti tapi suaranya sengau. Bukan kualitas presenter yang bagus tapi fisik di wajahnya kurang mendukung. “Seorang presenter itu harus cantik dan memiliki vocal yang bagus agar tidak menimbulkan persepsi”. Ujar sang dosen
Tetapi kembali kepersoalan yang lain bahwasannya seseorang di diboardcast itu menggunakan wewenangannya tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. Apakah layak di gunakan atau tidak. Meskipun saya pensiunan dari TVRI dan tidak memiliki kekuasaan, saya sudah mencarikan presenter yang suaranya bagus, familiar dan komunikatif tapi “sayang wajahnya radah boros hidungnya” disaat bapak adin berkata seperti itu anak-anak seisi kelas mulai ramai dengan saling mengejek satu sama lain. Kelas yang berukuran kurang lebih 6x7 meter itu yang di isi hanya 12 mahasiswa saja. Kemudian bapak pensiunan presenter TVRI ini berkata:”Paham ya, kondisi seperti ini merupakan persyaratan persyaratan untuk mengikuti seleksi sebagai presenter yang bagus”. Dengan nada yang Agak begitu kecewanya bapak adin kepada kepala produser TVRI memilih kuwalitas presenter yang hanya berdasarkan kecantikan saja tapi vokalnya kurang memadai, kurang komunikatif dan kurang familiyar.
Disini bapaknya menjelaskan bagaimana mengoptimalkan suara penyiar radio, penyiar tv dan mc. Diantaranya:
ASUMSI DASAR
Tak akan pernah ada dua orang yang dapat menuturkan satu suara atau bunyi bahasa secara sama persis. Perbedaan itu terjadi oleh beberapa hal : bahasa lokal yang berkembang di sekitar penuturnya, lingkungan sosialnya (pendidikan, pekerjaan, atau aktivitas) dan kelebihan atau kekurangan seseorang dalam bertutur. Untuk mencapai maksud kebahasaan diperlukan adanya standar penuturan. Standar itu sangat berguna bagi masyarakat dalam hal:
- kemudahan menuturkan, kemudahan berkomunikasi
- membedakan setiap tuturan yang bersifat lokal
- menyesuaikan diri.
Tidak semua standar penuturan dapat diberlakukan di semua wilayah. Karenanya, standar pengucapan kedaerahan akan tetap ada, sementara itu standar nasional terus diupayakan untuk dapat semakin dapat digunakan menjadi pegangan. Berbahasa Internasional atau berbahasa IndonesIa dengan penuturan daerah tertentu tidak ditabukan. Namun, bagi seorang penyiar radio dan televisi atau seorang pembawa acara (MC, Master of Ceremony) hal itu akan tidak menghasilkan komunikasi secara cepat, baik dan benar. Dikatakan oleh bapak yang berkacamata ini bahwa, Pada diri orang per orang manusia terdapat gaya penuturan yang sifatnya sangat Individual. Ada yang sangat kalem, sedang-sedang saja atau yang terkesan berteriak. Ada yang sangat terdengar akrab dan lembut, tapi ada pula yang mirip pidato formal. Pengetahuan yang mempelajari tuturan itu dikenal sebagai fonetik, yang intinya merupakan pemahaman ke arah cara penuturan bunyi bahasa secara tepat, baik dan benar. Dalam hal-hal tertentu akan dibicarakan standar-standar baku. Tetapi harus diingat standar penuturan bukan standar gaya pengungkapan. Karena gaya merupakan kekayaan dan pesona pribadi seseorang dalam bertutur kata. Dalam dunia kepenyiaran dan pembawa acara hal itu merupakan keunggulan dan daya tarik, yang secara singkat bisa disebut 'personality'.
TUTURAN : BAIK DAN JELEK
Dapat bertutur dengan baik menjadi syarat utama bagi seorang penyiar dan pembawa acara. Yang menjadi pernyataan : bagaimana tuturan yang baik Itu? Dan kebalikannya, yang jelek itu seperti apa? Tuturan yang baik merupakan cara berbicara seseorang yang terdengar jelas dan dapat dimengerti bagi kebanyakan orang. Dengan begitu, maka tuturan yang sulit dimengerti oleh khalayak merupakan tuturan yang jelek. Ketidak mengertian itu bisa ditimbulkan oleh :
- komat-kamit yang menghasilkan tuturan seperti omelan
- Ketidak tepatan menyuarakan bunyi bahasa tertentu.
Tuturan yang baik juga terkait dengan cara seseorang yang mencoba untuk merubah aksen tuturan agar dapat dengan aksen tutur khalayaknya. Lewat pendekatan ini biasanya seseorang penutur berhasil berkomunikasi. Tetapi, bila aksen tutur antara pembicara dengan pendengarnya sudah sama, namun si penutur mencoba berkomunikasi dengan perubahan-perubahan yang dipaksakan maka tuturan itu jelek juga adanya. Demikian halnya dengan dialek. Secara hakiki dialek bisa bermuka dua: baik dan jelek, tidak mudah bagi seseorang penyiar atau pembawa acara untuk tampil dengan dialek tertentu secara tepat. Yang seringkali terdengar malah kesan lucunya. Jadi untuk menciptakan suasana humoris dialek bisa dimanfaatkan. Dalam hal penampilan yang formal seseorang hams benar-benar mampu bertutur dengan aneka dialek secara benar, apabila memang khalayaknya menuntut standar penuturan dialek tertentu. Tuturan alami seringkali tak sejalan dengan tuturan standar. Dalam hal sepertI ini baik buruknya penuturan sangat bergantung kepada khalayak pendengarnya.
Selain jelas dan dapat dimengerti, tuturan yang baik dari penyiar radio atau televisi dan pembawa acara harus enak didengar. Karena enak tidaknya tuturan seseorang sangat bergantung kepada modal suara yang dimilikinya, maka secara material tak dapat diajarkan. Tambahan lagi, enak atau tidaknya penuturan bersifat subyektif. Apa yang dikatak enak oleh seseorang bisa saja dianggap tak enak oleh laInnya. Yang dapat dilatihkan adalah pemilihan standar penyuaraan dan gaya penyajiannya. Penggabungan ke dua aspek ini bukan tidak mungkin akan melahirkan tuturan yang nyaman bagi indera pendengar atau pemirsanya.
ALAT PERNAFASAN
Terdiri atas :
1.  Pharynx atau hulu kerongkongan
2.  Larynx atau pangkal tenggorokkan
3.  Trachea atau batang tenggorok
4.  Lungs atau paru-paru
5.  BronchIal passages atau lIntasan tenggorok
6.  DIapraghm atau dIafrakma,
    Sekat rongga badan antara dada dan perut.
          Alat-alat pernafasan ini merupakan penggerak utama untuk lahirnya bunyi-bunyi bahasa. Dari sinilah sistem kendali dasar itu dimiliki oleh manusia. Masuknya udara (CO2) ke paru- paru merupakan kegiatan rutin di tubuh manusia. Demikian juga ketika (O2) dikeluarkan sebagai proses berikutnya. Pada tuntunan penyuaraan bunyi bahasa dituntut adanya perlakuan tertentu. Apalagi bila penyuaraan itu terkait dengan dunia siaran atau pembawa cara. Pernafasan dengan di atrakma & merupakan cara yang dianjurkan untuk penyiar dan pembawa acara. Karena pernafasan dada akan menghasilkan bunyi-bunyi desah yang mengganggu.
          Selain itu diperlukan posisi yang tepat agar seseorang dapat melakukan pernafasan diafrakma secara leluasa. Apabila dilakukan dengan berdiri, maka posisi punggung harus diupayakan tetap lurus. Tidak membungkuk dan tidak pula mendongak. Posisi kaki tidak perlu harus benar-banar tegak, bisa sedikit dikendurkan dengan menekukkan bagian lutut secara santai. Untuk siaran yang dilakukan dengan duduk posisi punggungnya tetap sama, namun upayakan kaki tidak tumpang tindih.
          David Blair McClosky seseorang penulis populer dan juga pakar terapi suara yang mengarahkan penampilan suara presiden Kennedy, Presiden Johnson serta penyiar kondang Curt Gowdy serta bintang film Al Pacino menuturkan pentingnya postur tubuh waktu menyuarakan sesuatu. Posture is the most important element In voice. Diperlukan latihan terus-menerus untuk membiasakan diri bernafas dengan diafrakma. Karena hal ini akan memperlancar pekerjaan seseorang penyiar dalam mengatur nafas, sekaligus menghindarkan diri dari kemungkinan gangguan penuturan.
I.   PROBLEMATIKA SUARA
Dalam menyarakan sesuatu para penyiar radio atau televisi dan pembawa acara seringkali dihadapkan pada 3 persoalan :
I.   Problematika Kualitas Suara
Penyiar atau pembawa acara musti berkarakter suaranya. Sudah semestinya karakter itu merupakan suara yang tetap enak didengar. Suara-suara yang lalu terdengar kurang nyaman selalu ada penyebabnya, bila saja penyebabnya sudah diketahui maka perlu dicari jalan keluarnya.
a.  Suara parau
Bila tak biasanya suara parau ini terdengar, maka penyebabnya ada 2 :
-    Gejala gangguan pada alat ucap, perlu pemeriksaan medis
-    Pengucapan suara yang berlebih-lebihan, misalnya berteriak berkepanjangan. Akibatnya beberapa alat ucap menjadi tertekan sehingga tidak menghasilkan bunyi baliasa yang enak. Untuk mengatasinya diperlukan istirahat.
b. Suara tipis
Suara tipis yang terdengar lemah biasanya disebabkan oleh mekanisme penyuaraan yang belum benar. Cara mengatasinya dengan pembiasaan penyuaraan secara kuat (bukan berteriak) secara terus menerus. Kuat lemahnya suara ditentukan oleh pemanfaatan resonansi bunyi di mulut. Karenanya olah alat ucap mutlak diperlukan. Cobalah mengukur kelemahan suara dengan jalan menutup hidung.kuat-kuat lalu mencoba menuturkan sesuatu secara kuat-kuat.karena, bisa jadi gangguan itu terjadi pada saluran pemapasan di hidung.
c. Suara pecah
Bayangkan seseorang yang bertutur dengan amat sangat lamban. Yang terjadi suaranya bakal pecah. Bahkan seringkali terdengar tanpa kesan apa-apa. Dan tidak bermelodi sama sekali. Jalan keluarnya harus dimulai dengan teknik pernapasan yang benar, penuturan dalam tempo yang makin dipercepat dan ditargetkan untuk kesan tertentu.
Kemudian satu persatu anak-anak disuruh mempraktekkan sebagai presenter dan pak adin pun yang mengkritisinya. Karena setiap anak-anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan juga jangan terlalu konfiden karena dapat menjadi lupa saat praktek. Terlalu percaya diri akhirnya di depan saat berbicara dia lupa akan apa yang mau di sampaiknan kepada audience nya. Tak lama prof ali aziz memasuki kelas lagi dan juga mengikuti menyaksikan anak-anak yang tampil satu persatu.
Pak addin menjelaskan lagi bahwasannya host di tv-tv itu kebanyakan selebriti dan notabetnya bukan berangkat dari belajar dikampus, di tempat kursus dan lainsebagainnya. Akan tetapi belajar langsung performance contohnya saja tiga semprul itu, andika, narji dan gading. Host dengan nyanyi itu terkait keindahannya. Dalam penyampaikan yakni mencari yang paling efektif dengan menarik disetiap kalimat terakhir.
Pesan dari bapak addin untuk menjadi presenter yang efektif yakni:
a.       Berbicara A-I-U-E-O
b.      Berbicara yang keras, berteriak di pantai itu bagus tempat yang bagus yakni di tanjung kodok
c.       Harus pandai-pandai menyiasaati mikrofon dan harus punyak kepekaan yang tinggih.
d.      Mengetahui karakteristik mikrofon
e.       Menyampaikan dengan percaya diri jika menjelaskan sesuatu yang sedih dan senang.
f.       Harus punyak banyak referensi
Akhirnya perkulian hari ini selesai dan di akhiri dengan doa akhiru majelis.
Ada sebuah contoh 5 presenter Indonesia dengan bayaran termahal – Belakangan ini banyak sekali acara-acara baru yang disajikan oleh media terutama televisi yang bermunculan. Seiring dengan banyakanya acara tv tersebut maka semakin banya pula pembawa acara atau presenter yang dibayar untuk membawakan acara-acara tersebut. Biasanya para presenter adalah berasal dari kalangan artis karena lebih familiar dengan masyarakat dan lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan harapan acara yang akan dibawakan artis tersebut akan sukses. Oleh karena itu tak jarang presenter mendapatkan bayaran mahal untuk sebuah acara. Tahukah anda presenter dengan bayaran termahal saat ini ? Berikut adalah 5 presenter dengan bayaran termahal saat ini
Berikut nama-nama presenter dengan bayaran mahal :
Olga Syahputra
Olga syahputra adalah presenter yang sudah lama terjun di bidang infotaiment, namanya yang sudah dikenal banyak masyarakat ini dikarenakan sifat olga yang sangat humoris dan mudah bergaul pada siapapun. Presenter kondang ini sering wara-wiri di semua stasiun televisi, apalagi sewaktu di bulan ramadhan maka olga harus sampai rela bekerja lembur selama sebulan dengan waktu istirahat yang sangat minim. Dikabarkan honor olga sekali tayang bisa mencapai 90 juta. Namun sekarang olga jarang tampil di layar kaca karena harus dirawat di singapura akibat sakitnya yang belum kunjung sembuh.
Raffi Ahmad
Artis, penyanyi dan juga sebagai presenter yang pernah tertangkap karena dugaan penggunaan narkoba ini dikabarkan mendapat honor yang cukup besar saat menjadi host di acara dahsyat di RCTI, diperkirakan dalam sekali tampil sebagai presenter Raffi ahmad mendapat bayaran mencapai 50 juta. Maka jika itu benar, tak dipungkiri Raffi ahmad dapat mengoleksi mobil-mobil mewah yang harganya mencapai milyaran rupiah. Namun selain aktif sebagai presenter Raffi ahmad juga pernah mencoba merilis album yang pernah meledak di pasaran dan pernah juga membintangi beberapa judul sinetron
Uya Kuya
Belakangan ini mungkin anda sering melihat Uya kuya tampil sebagai presenter di berbagai acara televisi dalam acara yang menggunakan aksi Uya kuya yang menghipnotis orang, gara-gara penampilan uya kuya yang sukses membawakan acara ini semakin banyak pula tawaran-tawaran yang meminta uya kuya menjadi presenter. Seiring dengan meningkatnya tawaran maka honor yang didapatkan uya kuya pun juga semakin banyak yaitu bisa mencapai 40 juta sekali tayang.
Oky Lukman
Oky lukman adalah presenter kocak yang sudah malang melintang di dunia presenter, karir yang berawal dari lenong bocah bersama indra bekti yang juga teman seperjuangannya. Bahkan dilansir dari Kapanlagi.com Oky lukman pernah dinobatkan sebagai presenter wanita dengan bayaran termahal. Diperkirakan honor yang diterima Oky lukman sekali tayang bisa mencapai 50 juta.
Tukul Arwana
Tukul arwana sempat fenomenal karena perannya sebagai presenter dalam acara bukan empat mata yang ditayangkan di Transt TV yang mengundang gelak tawa penonton karena candaan-candaan dan banyolanya yang fresh dan lain dengan yang lain. Acara yang berlangsung hanya sekitar 2 jam ini Tukul arwana mendapat honor sekitar 35 juta sekali tayang.
Nah itulah tadi 5 presenter dengan bayaran termahal versi Sebaiknya Anda Tahu, mungkin dengan bermunculannya presenter-presenter baru yang lebih professional akan dapat meramaikan persaingan di layar kaca Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran