Peristiwa ini terjadi pada berawal pada saat saya membuka pintu
kelas yang berbalut dekorasi kayu coklat lalu masuk kedalam ruang kelas yang
hanya diterangi 2 lampu menyala dan 2 lampu lagi mati di bantu sumber
penerangan cahaya matahari agak memudar remang-remang karena situasi yang
menjelang sore. Kemudian saya mendapati kelas yang masih kosong. Pikirku
“mungkin anak-anak masih pada sholat dhuhur.”. Dengan tergesah-gesah masuk
kedalam kelas agar tidak telat lagi dan nyatanya dosen yang gemuk ber kulit
sawo matang belum kunjung datang.tak lama selang beberapa menit teman-teman
mulai berdatangan “tak tik tok tak tik tok,” suara jalan mereka yang memasuki
kelas. Pukul menunjukkan 12.35 WIB bapak motivator terhebat ini datang dan
berseru “bapak prof ali aziz kemana?,” sahut salah seorang teman saya “tidak
tau pak”.
Kemudian bapak motivator terkenal ini menawarkan buka yang
ditulisnya. “ini ada sepuluh buku kiat menjadi dai sukses, siapa yang
mau beli silahkan. Stok terbatas, karena saya hanya membawah 10 buku saja”.
Dengan menunjukkan buku yang dibawahnya tadi. Seorang teman menyahuti ”berapaan
harganya bapak?”. “40rb, bisa di bayar minggu depan”. Sahutnya. Lalu bapak yang
mempunyai tiga pondok ini membuka perkuliaan dan menjelaskan tentang MESIK
KECERDASAN dan GAYA KOMUNIKASI.
Kecerdasan terkadang sering
kali dimaknai sebagai kemampuan memahami sesuatu dan kemampuan berpendapat atau
juga kemampuan dalam berfikir:
1.
Dalam hal ini kecerdasan dipahami secarasempit sebagai kemampuan
intelektual yang menekankan logika dalammemecahkan masalah. Kecerdasan dalam
arti ini biasanya diukur darikemampuan menjawab soal-soal tes standar di ruang
kelas (tes IQ). Testersebut menurut Thomas R. Hoerr, sebenarnya hanya mengukur
kecerdasansecara sempit karena hanya menekankan pada kecerdasan linguistik
danmatematis logis saja, meski dapat mengukur keberhasilan peserta didik
disekolah, namun tidak bisa memprediksi keberhasilan seseorang di dunia
nyatamencakup lebih dari sekedar kecakapan linguistik dan matematis-logis.
2.
Meski demikian pengagungan terhadap IQ dalam menentukankesuksesan
masih mendominasi pembelajaran di sekolah dan salah satunyatampak pada
penggunaan metode-metode pembelajaran tradisional, seperticeramah dan cerita
yang lebih sesuai dengankecerdasanlinguisticdan pendekatan rasional dengan logika matematika yang lebih sesuai dengankecerdasan
matematis logis.
Bahkan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam(PAI) kebanyakan masih diisi dengan muatan hafalan, praktik ibadah
ritual,dogma agama dan sejenisnya, hingga menimbulkan kesan tidak
menarik,membosankan dan kurang bermakna bagi peserta didik yang
kecerdasanlinguistik dan matematisnya kurang menonjol. Peserta didik hanya bisa
belajardengan baik apabila materi disampaikan dengan menggunakan metode
yangsesuai dengan kecerdasan mereka yang paling menonjol.MESIN KECERDASAN
- THINGKING
- SENSING
- INTUITING
- FELLING
Apa itu mesin kecerdasan? Ia adalah belahan otak
dominan yang ada pada diri kita.
Mereka yang dominan pada limbik otak kiri bawahnya disebut Sensing.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kanannya disebut Intuiting.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kiri atasnya disebut Thinking.
Mereka yang dominan pada limbik otak kanan bawahnya disebut Feeling.
Dan mereka yang dominan otak tengahnya disebut Insting.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kanannya disebut Intuiting.
Mereka yang dominan pada neocortex otak kiri atasnya disebut Thinking.
Mereka yang dominan pada limbik otak kanan bawahnya disebut Feeling.
Dan mereka yang dominan otak tengahnya disebut Insting.
Yuk, saya ajak mengenal satu persatu dari jenis mesin kecerdasan
ini ya. Yang unik adalah, mesin kecerdasan ini bersifat genetis, yang artinya given,
alias tidak bisa diubah. Dan mereka yang meletakkan fokus kepada kekuatan mesin
kecerdasan yang mereka miliki akan lebih bisa menikmati hidup, karena mereka
enjoy dengan apa yang mereka kerjakan.
Tipe Sensing (Rutinitas, Detail)
Orang-orang dengan mesin kecerdasan Sensing memiliki passion dalam
pekerjaan yang membutuhkan kedetailan, pekerjaan yang kecil-kecil namun bervolume
besar. Orang sensing lebih mudah bekerja apabila ada yang dia tiru, karena ia
bekerja berdasarkan konsep ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Jika ia menjadi
pebisnis franchise, pebisnis dengan banyak jenis usaha, atau usahanya satu tapi
memiliki cabang yang tersebar dimana-mana, maka passionnya akan membumbung
tinggi. Orang sensing juga ahli dalam membaca momentum. Contohnya adalah Bapak
Chairul Tanjung (CT), beliau menjalankan bisnis sesuai dengan kekuatan mesin
kecerdasannya. Bapak CT ahli dalam menagkap momentum, ia paham betul kapan
saatnya membeli TransTV, Detik Portal, Carrefour, dan banyak lagi bisnis yang
lainnya. Beliau membeli perusahaan bukan dari koceknya pribadi, melainkan
memanfaatkan jasa pihak ketiga alias lembaga lain.
Tipe Intuiting (Kreatif)
Orang-orang Intuiting adalah mereka yang berbasiskan kepada
kecerdasan indera keenam atau intuisi atau disebut juga dengan Creativity
Quotient (CQ). Mereka akan bisa memaksimalkan pekerjaan sesuai dengan
passionnya, jika bekerja dengan berfokus pada kreatifitas yang dimilikinya. Orang
intuiting sangat cocok ada di belakang layar, dengan ide dan inspirasi yang
diberikannya kepada orang yang ada di lapangan.
Tipe Thinking (Analitik)
Orang-orang Thinking memiliki kekuatan pada cara berpikir analitis
dengan tingkat akurasi yang tinggi. Mereka mampu menyistematisasi pekerjaan
dengan lebih baik. Contoh orang Thinking adalah Ir.Ciputra. Beliau bekerja
sesuai dengan kekuatannya, propertinya tersebar dan meluas, pekerjaannya
terkonsep dan tersistematisasi dengan baik.
Hasilnya? Beliau pun menjadi ikon properti Indonesia.
Hasilnya? Beliau pun menjadi ikon properti Indonesia.
Tipe Feeling (Perasa)
Untuk belahan otak kanan: empatik, cara bekerjanya bersama,
terbiasa persuasive, pandai dalam membangun kerja sama, mencari cerita,
mengandalkan hubungan, orientasi kerja orang dan hubungan, peran supporter,
ekspektasi leading, kunci suksesnya menempang orang.Orang-orang Feeling adalah
mereka yang bekerja dengan passion yang mengedepankan emosi dan perasaan atau
biasa kita sebut Emotional Quotient (EQ). Cara yang paling tepat dalam belajar
dan mengembangkan diri adalah dengan cara mendengarkan, bukan dengan cara
membaca. Kelebihannya adalah orang feeling bisa memberikan inspirasi bagi
banyak orang, contohnya adalah Bapak Jamil Azzaini. Kelemahan orang feeling
adalah walaupun ia memiliki semangat yang tinggi, ia cenderung senang dimanja
dan diperhatikan, mudah tersinggung, dan agak rendah komitmennya terhadap
ajarannya, juga lamban dalam beraksi.
Tipe Insting (Damai, Bahagia)
Untuk bagian otak tengah: Altruis, cara bekerjanya spontan,
terbiasa responsive, pandai dalam hal-hal yang lebih taktis, mencari ringkas,
mengandalkan kesigapan, orientasi kerja peran dan pelibatan, peran partner,
ekspektasi contributing, mempelancar hubungan. Orang dengan mesin kecerdasan
Insting memiliki kelebihan memperlancar keadaan dan sangat tepat bekerja di
lembaga- lembaga yang peduli dengan orang lain. Contoh realnya adalah Bapak Yusuf Kalla. Lihat
saja bagaimana beliau dengan mulusnya menyelesaikan konflik di Poso, Aceh, dan
juga kontribusinya ketika menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Orang tipe
Insting memang sangat cocok berada di posisi orang kedua.
Dengan mencontohkan
kecerdasan para tokoh-tokoh terkenal di Indonesia. Bapak yang mengajar di
beberapa kampus diantaranya UINSA suranaya ini, menyelipkan candaan-candaan
andalannya agar anak-anak tidak ngantuk dan terdiam tanpa makna. hehehe
Seluruh Presiden RI Memang
Cerdas-Cerdas
Peristiwa yang menimpa Komjen BG mematik banyak reaksi dari publik
karena beliau sudah diajukan sebagai calon tunggal Kapolri. Banyak yang menilai
Presiden Jokowi melakukan “blunder” dengan mengajukan BG sebagai calon tunggal
Kapolri. Namun setelah menyimak sosmed ternyata ada juga yang menilai Jokowi
melakukan langkah cerdas dalam penunjukan Komjen BG. Ada yang mengatakan ini
strategi yang sangat amat terlalu luar biasa brilian dari Jokowi dan lain
sebagainya yang intinya kagum dan takjub dengan kecerdasan dan kepiawaian
Jokowi.
Tapi kalau dipikir pikir semua presiden RI emang cerdas-cerdas
kok. Pertama Sukarno sebagai proklamator tidak usah lagi dicari bukti
kecerdasannya. Kedua Soeharto, buktinya beliau mampu membius bangsa ini
selama 32 tahun dan ketika waktunya sudah habis beliau dengan cerdasnya
mengundurkan diri sebagai presiden tidak seperti kengototan Bashar Assad di
Suriah (yang menimbulkan perang saudara). Sehabis mundur, beliau dan keluarga
tetap hidup nyaman tidak diburu buru seperti Marcos misalnya. Tidak ada yang
mampu mengutak atik beliau sekeluarga paling tidak sampai sekarang. Ini bukti
kecerdasan Soeharto. Ketiga BJ Habibie, sebelum jadi presiden pun beliau
memang sudah cerdas. Lepasnya Timor Timur pun kalau dilihat lihat bisa jadi itu
bentuk kecerdasan beliau. Daripada repot-repot mengurus Timtim yang selalu jadi
komoditas politik di luar negeri mending dilepas saja, habis perkara.
Keempat Abdurrahman Wahid aka Gus Dur. Bisa menjadi presiden
mengalahkan calon dari partai pemenang pemilu sudah jadi bukti kecerdasan
beliau. Gus Dur juga dikenal dengan sikapnya yang tak kenal kompromi dengan
kekuatan politik yang menekannya yang berakibat pada dilengserkannya beliau.
Tapi pelengseran tersebut tidak membuat namanya jadi redup, justru sebaliknya
dia membuktikan bahwa dia bukan orang yang bisa diatur atur oleh parpol. Kelima
Megawati, sebagai presiden wanita pertama tentu itu sudah menggambarkan
kecerdasannya. Penjualan kapal tanker dan Indosat banyak dikritik, tapi bisa
saja dibilang bahwa itu buah kecerdasan Megawati dalam mencari dana buat
pembangunan, Dalam penanganan kasus BLBI kalau dilihat dari sudut pandang
tertentu, bisa dibilang Megawati cerdas dalam penyelesaian BLBI dengan menyita
aset-aset bank yang bermasalah.Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Keberhasilannya mengalahkan petahana dan mantan pendamping dengan telak dalam
pilpres sudah menggambarkan kecerdasan beliau. Lho bukannya di jaman SBY banyak
koruptor tertangkap?. Nah justru itu letak kehebatan dan kecerdasan beliau.
Pada jaman SBY lah pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang bulu.
Bayangkan menterinya, orang-orang partainya dan bahkan besan SBY sekalipun
sudah merasakan dinginnya penjara akibat korupsi. Itulah bukti kecerdasan
beliau dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Belum lagi masalah
Perppu Pilkada yang bisa mengantarkan beliau sebagai pembela demorasi. Oh
begitu cerdas langkah SBY dalam masalah pilkada ini. Belum lagi sejumlah
penghargaan dari luar negeri yang disematkan kepada SBY dan pemerintah RI
selama kepemimpinan SBY.
Yang terakhir Jokowi Dodo dikenal akan gaya kepemimpinannya yang
pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan "blusukan" atau turun
langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari
solusi yang tepat. "Blusukan" juga dilakukan untuk menemui langsung
warga dan mendengar keluh kesah mereka. Gaya yang unik ini dijuluki The New
York Times sebagai "demokrasi jalanan". Jokowi juga dianggap unik
dari pemimpin lainnya karena tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada warga
dan mendekati mereka bila akan melancarkan suatu program. Namun, gaya ini juga
menuai kritik. Misalnya, ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyatakan
bahwa "blusukan" hanya menghabiskan waktu dan energi, sementara yang dibutuhkan
adalah kebijakan langsung dan bukan sekadar interaksi. Anies Baswedan juga
menilai "blusukan" merupakan pencitraan belaka tanpa memberikan
solusi.
Selain "blusukan", kepemimpinan
Jokowi juga dikenal akan transparansinya. Misalnya, Jokowi dan Basuki Tjahaja
Purnama sama-sama mengumumkan jumlah gaji bulanan dan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah kepada umum. Ia juga memulai sejumlah program yang terkait
dengan transparansi seperti online tax, e-budgeting, e-purchasing, dan cash
management system. Selain itu, semua rapat dan kegiatan yang dihadiri oleh
Jokowi dan Basuki direkam dan diunggah ke akun "Pemprov DKI" di
YouTube.
simpulannya
untuk menjadi pemimpin apalagi sekelas presiden tentu
diperlukan kecerdasan di atas rata-rata orang normal. Kemudian apapun yang
dilakukan oleh presiden, bisa jadi bagi pendukung apalagi pemujanya selalu
dianggap sebagai kecerdasan dan selalu ada pembenarannya. Itulah bukti terkuat
dari kecerdasan presiden di republik ini.
|
Pola Komunikasi Anda
|
|
Kekuatan Anda
|
|
THINKING
Sistematis,
kuat pada analisis dan logika, problematika solving.
|
|
SENSING
ATM, kekuatan pada tampilan materi dan pendukungnya serta
pengalaman.
|
|
INTUITING
Imajinasinya
liar, entrepreneurship, gagasan baru, petualang.
|
|
FEELING
Story
telling, menyentuh hati, renung, leadership, metode ceramah
|
|
THINKING
Bicara
konsekuensi focus pada pekerjaan logis
|
|
SENSING
Bicara
pengalaman focus pada fakta pragmatis
|
|
INTUITING
Bicara
kemungkinan focus pada solusi imaginatif
|
|
FEELING
Bicara
perasaan focus pada org bombastis
|
Mengenal
Gaya Komunikasi
Sobat,
ada tiga gaya komunikasi ketika mereka menyerap informasi atau pengetahuan.
Dalam dunia pendidikan modern sekarang dikenal dengan istilah modalitas belajar
VAK. Apa itu VAK? VAK adalah Visual, Auiditori, dan Kinestetik.
1.
Tipe Visual:
mereka adalah lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan
pengelihatan atau visual.
Ciri-ciri
orang tipe visual sebagai berikut.
·
Cenderung
bernapas pendek-pendek lewat dada, berbicara cepat.
·
Mereka suka
menyela pembicaraan orang lain, bergerak cepat, makan cepat, penuh energy, dan
berbicara dengan nada tinggi.
·
Penampilan
rapid an enak dipandang mata.
·
Mengambil
keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Berkomunikasi dengan tipe visual,
anda harus menvisualisasi keadaan, buat mereka melihat apa yang anda katakana.
Pilihan kata orang-orang visual antara lain:
·
Melihat
·
Memperhatikan
·
Menonton
·
Menunjukkan
·
Memandang
·
Membayangkan
·
Mewarnai
·
Memvisualisasi
·
Penglihatan
·
Sudut Pandang
·
Lihatlah dari
sudut pandang saya.
·
Ide Anda kabur
·
Bisa anda
bayangkan?
·
Izinkan anda
tunjukkan pada anda.
·
Perhatikan
benar-benar maka anda akan paham maksud saya.
Petunjuk berdasarkan gerakan mata
·
Tipe Visual
·
Memori Visual:
jika anda bertanya orang tipe visual pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya ada di
ingatan mereka, anda bisa perhatikan maka mereka bergerak keatas lalu ke kiri.
Coba tanyakan apa warna sepeda motornya atau mobilnya? Seperti apakah rumah
anda?
·
Kreatif Visual:
jika anda bertanya kepada mereka dan mereka tidak siap menjawabnya. Atau dia
tidak punyak gambaran yang belum mereka miliki. Coba bayangkan ada kuda yang
bertubuh sapid an mempunyai sayap dan terbang.
·
Tanpa Fokus:
tidak menggerakkan mata mereka sama sekali. Mereka sepertinya melihat anda,
tapi menatap kea rah anda.
2.
Tipe auditori:
mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengar
atau dengan cara diceritakan atau dijelaskan orang lain.
Ciri-ciri
orang tipe auditori:
·
Cenderung
bernafas lewat diafragma
·
Lebih suka mendengarkan
dari pada berbicara, ketika berbicara menggunakan variasi warna suara.
·
Berkomunikasi
dengan tipe auditori, anda harus berbicara pelan dan teratur, ubah-ubah warna
suara anda. Jelaskan situasinya dengan detail dan picu diskusi lebih lanjut
dengan pertanyaan.
Pilihan kata orang tipe auditiri:
·
Dengar
·
Mendengarkan
·
Mengatakan
·
Kegaduhan
·
Bunyi
·
Bicara
·
Kesunyian
·
Nada
·
Ritme
·
Kedengarannya
akrab
·
Kedengarannya
itu ide yang bagus
·
Dengarkan, saya
punya ide bagus
·
Ada yang ingin
saya katakana
·
Mari kita bicarakan
tentang pekerjaan baru anda
Petunjuk berdasarkan gerakan mata
Memori auditori: jika kepada tipe auditori anda ajukan pertanyaan
yang mereka telah punyai jawabannya, perhatikan mata mereka bergerak ke kiri
lalu lurus ke depan. Ingatlah lagu kesukaan anda, ingatlah suara ibu anda.
Kreatif auditori: untuk pertanyaan-pertanyaan yang mereka tidak
dapat jawab langsung, tipe auditori akan menggerakkan matanya lurus ke depan
lalu bergerak ke kanan. Bayangkan bunyi klakson mobil atau bel rumah anda berbunyi
seperti meongan kucing.
Berdialog/selftalk: ketika mereka berdialog dan berbicara dengan
diri sendiri maka tipe auditori akan menggerakkan mata ke bawah lalu ke kiri.
Coba ingat ingat ucapan anda kepada diri sendiri ketika anda lurus.
3.
Tipe kinestetik:
mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan dengan cara
melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka.
Ciri-ciri
orang tipe kinestetik:
·
Cenderung
bernapas dalam dan tenang
·
Lebih
mengutamakan perasaan
·
Keputusan yang
diambil banyak didasari oleh perasaan dan esmosi.
·
Berkomunikasi
dengan tipe ini anda harus bisa membuat mereka “merasakan” apa yang anda
katakana.
Pilihan kata orang kinestetik:
·
Merasa
·
Emosi
·
Tenang
·
Frustasi
·
Malu
·
Gugup
·
Kesepian
·
Santai
·
Stress
·
Ide anda
benar-benar menyentuh perasaan.
·
Bisakah anda
merasakan yang saya rasakan?
·
Saya setuju.
Anda sangat emosional.
·
Saya tidak suka
berada dibawah tekanan. Saya lebih suka ketenangan.
·
Disini dingin.
Apa anda merasakannya?
Gerakan mata tipe kinestetik
·
Jika anda coba
tanyakan kepada tipe kinestetik, “apa yang anda rasakan saat anda jatuh cinta?”
matanya akan bergerak ke bawah lalu ke kanan saat berupaya mengingat
perasaannya ketika itu terjadi.
Karena
dengan mengetahui mesin kecerdasan kita dan mengenal gaya komunikasi kita
dengan baik hal ini sangat membantu kita dalam menunjang keberhasilan dakwah
sehingga kita bisa menyesuaikan dan menggunakan modal dan karunia Allah di atas
dengan tepat guna sesuai dengan audiens yang kita hadapi. Pada bab selanjutnya
kita akan bahas tentang bagaimana menjadi pembicara dan penulis yang andal
menjadi dai yang powerfull.
Dengan menjelaskan
isi di dalam bukunya bapak nasrudin faqih syarif ini juga bercerita tentang
pentingnya dalam mengatur sebuah rencana. Pengalaman dari bapak yang berpakaian
rapi ini bahwasannya” saya perna mengadakan mengadakan sebua acara dengan
menyewa EO yang sudah terpercaya kemudian ditengah tengah acara lampu mati dan
EO itu tidak bisa melakukan tugasnya. Kemudian saya memutar otak lalu ketemu dengan
cara membawah peserta keluar ruangan dan mengajak merenung. Posisi waktu itu
strategi sekali karena dekat dengan sungai dengan memberikan siraman rohani
sampai ada yang masuk sungai karena sangking mendalamnya saat renungan tersebut”.
Dan sekali lagi bapak faqih mengatakan bahwasannya jika sebuah planning sudah
tersusun rapi perlu ada plan A< B< C< sampai plan Z. karena itu salah
satu solusi untuk mengatasi sesuatu hal yang terjadi tanpa kita inginkan. Di
jam sekitar 02.15WIB bapak berbadan gendut ini menutup perkuliaan dengan
membaca doa akhir majelis.
Tata bahasa dari penyampaian nya sudah baik, namun untuk alur cerita nya kurang jelas.
BalasHapus