Senin, 30 Maret 2015

KHILAFAH YANG BIJAK SANA DAN PENGASIH (TAULADAN SAHABAT NABI)





اَلحَمدُ اللهَ رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum wr wb, Saudaraku kaum muslim yang di muliakan Allah
Pada saat itu kaum muslim sedang sibuk membangun kota madina agar menjadi kota yang ramai. Kemudian tersebar berita bahwa kaum musrikin Quraisy akan menyerang mereka, maka segerahlah rasulullah memerintahkan agar seluruh kaum muslim bersiap-siap untuk berperang. Seluruh sahabat rasulullah pun ikut serta dalam peperangan untuk mendampingi rasulullah. Namun Utsman bin Affan tidak dapat ikut karena istrinya sakit.
Dan saat itu juga utsman mengatakan kepada abu bakar bahwa istrinya sedang sakit, abu bakar berkata kepada utsman bahwa utsman tidak perlu berangkat, karena rasulullah akan mengutusnya untuk menjadi penggatibeliau menjalankan pemerintahan selama beliau meninggalkan kota madina. Dan meski utsman menyesal tidak dapat berangkat ke medaan perang abu bakan menjelaskan bahwasannya tugas yang diberikan rasulullah kepada utsman itu sama beratnya dengan di medan perang. Dengan tegasnya utsman bersedia melaksanakan tugas rasulullah yang di amanatkan kepadanya. 
Pasukkan islam pulang dengan penuh kegembiraan, karena meraka mampu mematahkan serangan kepada bangsa yang selama ini memusuhi kita. Sementara utsman bin Affan menjalankan pemerintahan di madinah menggantikan rasulullah. Setelah itu utsman kembali kerumah menunggui  istrinya. Utsman mendapat berita bahwasannya rasulullah telah datang dan utsman pun menyambut kedatangan rasulullah dengan penuh hormat. Rasulullah menyakan keadaan istrinya dan utsman menyahutnya bila keadaan sang istri tampak bertambah parah. Dan akhirnya penyakit yang diderita ruqoiyah semakin parah hingga pada suatu hari ia menghadap kehadiran Allah swt.
Setelah sepeninggalan sang istrin utsman kurang bersemangat dalam melakukan apapun. Kemudian rasulullah berniat untuk mengawinkan dengan putrinya yang lain. Setelah utsman bin Affan memberikan pernyataannya kepada Rasulullah, lalu beliau segera mengawinkannya dengan Ummi Kultsum adiknya Ruqoyah yang wafat. Karena utsman bin Affan mengawini kedua putrid Rasulullah kemudian ia dikenal dengan julukan “Dzun Nuroin”yang berarti pemilik dua cahaya.(arief rizal, 2011, hal. 39).
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٠)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”mereka berkata,”apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” dia berfirman,”sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).
Utsman ini adalah khilafah ketiga setelah abu bakar bin khattab yaitu salah satu anggota Bani Umayah dan keislamannya merupakan hal yang aneh dalam keluarganya yang kebanyakan adalah orang-orang anti-islam. Dia memiliki pengaruh besar di masa umar, dan didalam situasi ynag sangat tergoncang itu ia menjadi wakil dari bani umayah dan imam Ali as dari bani hasim. Ibnu qutaibah juga mengatakan bahwa utsman disukai kaum Qurais sehingga disebutkan, “demi tuhan yang Maha kasih, aku mencintai kamu sebagaimana Quraisy mencitai utsman.” Ketika sumpah setia kepada utsman berakhir di hari terakhir Zulhijah 23 H, dia duduk di mimbar Rasulullah Saw. Khalifah utsman ini berbeda dengan para kholifa yang lain. Kholifa utsman ini duduk diaman nabi biasa duduk yakni utsman selalu berada dimana rasulullah berpergian, hanya saja pada saat sang istri sedang sakit dan utsman di utus rasulullah untuk menjalankan pemerintahnya dikota madinah pada saat di tinggal rasulullah perang melawan bangsa yang selama itu memusuhi rasulullah.
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ (٦١)
61. “Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Hud [11]: 61)
Utsman pun tidak perna menjadi khalifah yang lemah alih-alih terhadap rumor-rumor yang beredar selamah pemerintahan yang di jalaninya. Dengan penuh semangat tsman menangani berbagai urusan dari ketidak beresan pada saat itu. (rasul ja’fariyan, 2001, hal. 192).
Dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwasannya Sebutan dzun nuroin kepada utsman bin affan ini sangat pantas untuk di dapatkannya karena kehidupan utsman telah diwarnai dengan dua cahaya, yakni cahaya dunia dan cahaya akhirat. Cahaya iman dan cahaya amalannya. Memang dia termasuk orang yang paling banyak menguasai dunia akan tetapi di sish lain dia juga yang paling banya mengorbankan hartanya untuk kepentingan agama. Utsman merupakan orang yang pengasih dan tenggang rasa terhadap sesama mahluk Allah.
Tujuan utama dari sebuah pemerintahan yakni pertama, berbagi kemenangan dengan yang lainnya yang lebih penting itu mempelajari pemberontakan kepada pemerintahannya, yang memiliki sebuah pengaruh yang sangatlah besar didalam dunia islam dan kebanyakan konflik yang muncul di belakang dunia islam muncul dari pendekatan umat islam terhadap utsman dan lawan-lawannya. Oleh karena itu semoga kita menjadi orang yang cinta terhadap kekayaan akhirat dibandingkan kekayaan duniawi yang bisa menjerumuskan pada kesenangan semata.
Akhirul kalam, Tsummasalamu’allaikum. Wr. Wb

7 komentar:

  1. Bagus dan cocok untuk khalifah di zaman sekarang

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. di ceritakan kisah" khalifah" pejuang wanita jga bagus ukhti..
    bisa memotivasi ank muda khususnya perempuan untk berkenan dlm hal politik,khususnya dlm hal kepemimpinan :-)

    BalasHapus
  4. mksh ilmunya ukhty.

    BalasHapus
  5. Sebuah pencerahan ilmu yang begitu terang dan bermanfaat.. Trims..

    BalasHapus

silahkan komen dan kritik saran untuk pembelajaran