اَلحَمدُ اللهَ
رَبِّ العَا لَمِينِ اَشهَدُ اَن لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ المَلِكُ الحَقُّ
المُبِينَ, وَاشهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ رَحمَةً
لِلعَا لَمِينَ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلى (سَيِدِ ) نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ
وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ. اَمَّا بَعدُ. فِيَا عِبَا دَ اللهِ, اُوصِيكُم وَاِيَّايَ
بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَا لَى: ياَ اَيُّهَا
الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ اِلاَّ
وَاَنتُم مُسلِمُونَ
Assalamu’allaikum
wr wb, Saudaraku kaum muslim yang di muliakan Allah
Pada
saat itu kaum muslim sedang sibuk membangun kota madina agar menjadi kota yang
ramai. Kemudian tersebar berita bahwa kaum musrikin Quraisy akan menyerang
mereka, maka segerahlah rasulullah memerintahkan agar seluruh kaum muslim
bersiap-siap untuk berperang. Seluruh sahabat rasulullah pun ikut serta dalam
peperangan untuk mendampingi rasulullah. Namun Utsman bin Affan tidak dapat
ikut karena istrinya sakit.
Dan
saat itu juga utsman mengatakan kepada abu bakar bahwa istrinya sedang sakit,
abu bakar berkata kepada utsman bahwa utsman tidak perlu berangkat, karena
rasulullah akan mengutusnya untuk menjadi penggatibeliau menjalankan
pemerintahan selama beliau meninggalkan kota madina. Dan meski utsman menyesal
tidak dapat berangkat ke medaan perang abu bakan menjelaskan bahwasannya tugas
yang diberikan rasulullah kepada utsman itu sama beratnya dengan di medan perang.
Dengan tegasnya utsman bersedia melaksanakan tugas rasulullah yang di amanatkan
kepadanya.
Pasukkan
islam pulang dengan penuh kegembiraan, karena meraka mampu mematahkan serangan
kepada bangsa yang selama ini memusuhi kita. Sementara utsman bin Affan menjalankan
pemerintahan di madinah menggantikan rasulullah. Setelah itu utsman kembali
kerumah menunggui istrinya. Utsman
mendapat berita bahwasannya rasulullah telah datang dan utsman pun menyambut
kedatangan rasulullah dengan penuh hormat. Rasulullah menyakan keadaan istrinya
dan utsman menyahutnya bila keadaan sang istri tampak bertambah parah. Dan
akhirnya penyakit yang diderita ruqoiyah semakin parah hingga pada suatu hari
ia menghadap kehadiran Allah swt.
Setelah
sepeninggalan sang istrin utsman kurang bersemangat dalam melakukan apapun.
Kemudian rasulullah berniat untuk mengawinkan dengan putrinya yang lain.
Setelah utsman bin Affan memberikan pernyataannya kepada Rasulullah, lalu
beliau segera mengawinkannya dengan Ummi Kultsum adiknya Ruqoyah yang wafat.
Karena utsman bin Affan mengawini kedua putrid Rasulullah kemudian ia dikenal
dengan julukan “Dzun Nuroin”yang
berarti pemilik dua cahaya.(arief rizal,
2011, hal. 39).
وَإِذْ قَالَ
رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ
فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ
وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٠)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat, “aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”mereka
berkata,”apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan
darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” dia
berfirman,”sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).
Utsman
ini adalah khilafah ketiga setelah abu bakar bin khattab yaitu salah satu
anggota Bani Umayah dan keislamannya merupakan hal yang aneh dalam keluarganya
yang kebanyakan adalah orang-orang anti-islam. Dia memiliki pengaruh besar di
masa umar, dan didalam situasi ynag sangat tergoncang itu ia menjadi wakil dari
bani umayah dan imam Ali as dari bani hasim. Ibnu qutaibah juga mengatakan
bahwa utsman disukai kaum Qurais sehingga disebutkan, “demi tuhan yang Maha
kasih, aku mencintai kamu sebagaimana Quraisy mencitai utsman.” Ketika sumpah
setia kepada utsman berakhir di hari terakhir Zulhijah 23 H, dia duduk di
mimbar Rasulullah Saw. Khalifah utsman ini berbeda dengan para kholifa yang
lain. Kholifa utsman ini duduk diaman nabi biasa duduk yakni utsman selalu
berada dimana rasulullah berpergian, hanya saja pada saat sang istri sedang
sakit dan utsman di utus rasulullah untuk menjalankan pemerintahnya dikota
madinah pada saat di tinggal rasulullah perang melawan bangsa yang selama itu
memusuhi rasulullah.
وَإِلَى ثَمُودَ
أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ
غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا
فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ (٦١)
61.
“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai
kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia
telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726],
karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya
Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Hud [11]: 61)
Utsman
pun tidak perna menjadi khalifah yang lemah alih-alih terhadap rumor-rumor yang
beredar selamah pemerintahan yang di jalaninya. Dengan penuh semangat tsman
menangani berbagai urusan dari ketidak beresan pada saat itu. (rasul ja’fariyan, 2001, hal. 192).
Dari
kisah di atas dapat disimpulkan bahwasannya Sebutan dzun nuroin kepada utsman
bin affan ini sangat pantas untuk di dapatkannya karena kehidupan utsman telah
diwarnai dengan dua cahaya, yakni cahaya dunia dan cahaya akhirat. Cahaya iman
dan cahaya amalannya. Memang dia termasuk orang yang paling banyak menguasai
dunia akan tetapi di sish lain dia juga yang paling banya mengorbankan hartanya
untuk kepentingan agama. Utsman merupakan orang yang pengasih dan tenggang rasa
terhadap sesama mahluk Allah.
Tujuan
utama dari sebuah pemerintahan yakni pertama, berbagi kemenangan dengan yang
lainnya yang lebih penting itu mempelajari pemberontakan kepada
pemerintahannya, yang memiliki sebuah pengaruh yang sangatlah besar didalam
dunia islam dan kebanyakan konflik yang muncul di belakang dunia islam muncul
dari pendekatan umat islam terhadap utsman dan lawan-lawannya. Oleh karena itu
semoga kita menjadi orang yang cinta terhadap kekayaan akhirat dibandingkan
kekayaan duniawi yang bisa menjerumuskan pada kesenangan semata.
Akhirul
kalam, Tsummasalamu’allaikum. Wr. Wb
Bagus dan cocok untuk khalifah di zaman sekarang
BalasHapusSubhanallah. Izin share ya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusdi ceritakan kisah" khalifah" pejuang wanita jga bagus ukhti..
BalasHapusbisa memotivasi ank muda khususnya perempuan untk berkenan dlm hal politik,khususnya dlm hal kepemimpinan :-)
mksh ilmunya ukhty.
BalasHapusmantappp kakk
BalasHapusSebuah pencerahan ilmu yang begitu terang dan bermanfaat.. Trims..
BalasHapus